Perselisihan Arah Kiblat Karena Berbicara Tanpa Ilmu

0
119
Masjid Raya Baiturrahman merupaka salah satu tujuan kunjungan wisatawan/salman iqbal

Penentuan arah kiblat Masjid yang tepat menghadap Ka’bah merupakan hal yang sangat penting untuk dikaji. Oleh karena itu, segala persoalan yang menyangkut hal tersebut wajib disikapi dan diselesaikan dengan bijak dan arif serta mengedapankan akhlakul karimah.

“Yang bek karu-karu (yang jangan memicu kericuhan),” begitu ditegaskan Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE saat membuka Pertemuan Ulama Se-Kota Banda Aceh yang membahas soal hisab dan rukyah arah kiblat di Aula Arafah Asrama Haji, Banda Aceh, Senin(14/12/2015).

Acara bertema “Melalui Workshop Hisab dan Rukyah Tentang Arah Kiblat Kita Gapai Kemakmuran Masjid di Kota Banda Aceh” ini dihadiri sebanyak 250 peserta yang terdiri dari unsur MPU, pimpinan Dayah/Pesantren, para Imam Masjid dan tokoh agama se-Kota Banda Aceh.

Terkait perselisihan penentuan arah kiblat di sejumlah Masjid, Wali Kota Illiza menyebut hal itu terjadi karena banyak pihak yang berbicara tanpa ilmu. “Ini ujian bagi kita semua, selesaikan dengan akhlakul karimah, yang bek karu-karu (yang jangan memicu kericuhan),” tegasnya lagi.

“Dalam hal ini, peran ulama sangat dibutuhkan, dan mereka lah yang seharusnya kita dengar. Sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam, Banda Aceh seharusnya pula dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Umara, Ulama, dan masyarakat mari bersatu, dan yakin lah dengan Islam kita akan jaya,”lanjutnya.

Di akhir sambutannya, Illiza mengharapkan agar dari pertemuan para ulama ini dapat menghasilkan suatu rekomendasi untuk selanjutnya diteruskan kepada seluruh warga masjid yang ada di Banda Aceh. “Rekomendasi tersebut hendaknya menjadi acuan bagi para imum syik, teungku imum dan pengurus masjid dalam menyelesaikan persoalan penentuan arah kiblat,” tutup Illiza.

Kabag Keistimewaan Setdako Banda Aceh Zahrol Fajri SAg MA, menambahkan, pertemuan yang digelar sehari penuh ini menghadirkan empat narasumber yakni Tgk H Abdullah Ibrahim (Abu Tanjong Bungong) pimpinan Pesantren BUDI Ulee Gle, Prof Tgk H Muslim Ibrahim MA (Guru Besar Fiqh UIN Ar-Raniry/Pimpinan MPU, serta Tgk Syahrawadi MA dan Ustaz Al Firdaus Putra SAg (Badan Hisab dan Rukyah Aceh).

Selain sebagai ajang silaturahmi, ajang ini kata Zahrol, bertujuan untuk menjaring pendapat dan ilmu dari para alim ulama terkait penentuan arah kiblat sebagai dasar yang kuat. “Tujuan lainnya untuk memberi pemahaman kepada kita terkait penetapan arah kiblat dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi IT terkini,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.