Jamaah Haji Aceh Diminta Tak Lakukan Kegiatan Yang Dilarang Pemerintah Arab Saudi

Jamaah haji Aceh hendaknya menjadi contoh bagi jemaah-jemaah lainnya,  salah satunya dengan menjauhkan diri tindakan-tindakan yang tidak terpuji dan tidak melakukan kegiatan yang dilarang oleh pemerintah Arab Saudi, serta tidak pula mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Hal demikian disampaikan gubernur Aceh Zaini Abdullah saat melepas keberangkatan jamaah haji kloter pertama embarkasi BandaAceh, Jum’at (19/09).

Zaini meminta semua jamaah asal Aceh untuk memfokuskan diri dalam beribadah yang merupakan tujuan utama kedatangannya di tanah suci tersebut. Ia berharap agar jamaah menjauhkan diri dari pikiran dari hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan ibadah.

“Perlu dipahami oleh kita semua, bahwa pelaksanaan ibadah haji itu dilakukan di negara orang. Oleh sebab itu kita wajib menghormati aturan, ketentuan, serta budaya yang berlaku di negara tersebut”tambahnya.

Zaini mengingatkan jamaah haji  asal Aceh yang tahun ini jumlah lebih dari 3000 orang, nantinya akan berbaur  dengan 250 ribu jemaah haji dari provinsi lain sebagai rombongan haji  asal Indonesia. Rombongan itu akan  bergabung lagi dengan sekitar 2,5 juta  jamaah haji lain dari berbagai negara.

“Oleh karena itu, kita harus betul-betul menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi tersebut. Hilangkan sikap egois, mau menang dan merasa benar sendiri. Buang jauh-jauh sikap arogan dan meremehkan orang lain”kata Zaini mengingatkan.

Berita Terkait

Berita Terbaru