Ketokohan Ali Hasjmy Diseminarkan

Dalam rangka mengenang satu abad Prof. Ali Hasjmy, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy, Kamis 27 Maret 2014 menggelar seminar internasional ketokohan Ali Hasjmy dengan tema “Membangun Nusantara Melalui Budaya”.

“Kegiatan ini sebagai upaya upaya mengangkat kembali ketokohan Ali Hasjmy yang telah menyumbangkan sejumlah pemikirannya untuk dunia pendidikan dan budaya hingga ke seluruh Semenanjung Melayu,” kata Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr.A.Rani, M.Si.

Seminar internasional tersebut diisi oleh pemateri di antaranya Prof. Datuk Wira Dr. Abdul Latief Abu Bakar dan Datuk Haji Zainal Abidin Burhan dari Malaysia, Prof. Dr. Darwis Sulaiman dari Unsyiah dan Sjamsul Kahar dari Pimpinan Harian Serambi Indonesia.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA, saat membuka acara mengatakan, Prof Ali Hasjmy merupakan sosok multitalenta dari sisi akademisi, budayawan bahkan sejahrawan dan merambah pada akademisi dan politikus. Serta perjuangan tersebut perlu dipikirkan bersama untuk meneruskannya.

“Kami berharap kiranya akan ada MOU Lembaga Pendidikan dan Museum Ali Hasjmy bersama dengan Gapena Malaysia selaku lembaga kepedulian terhadap sosok Prof. Ali Hasjmi serta lembaga terkait lainnya,” kata Drs. Mahdi Ali Hasjmy yang merupakan putra dari Prof. Ali Hasjmy.

Acara yang digelar di Meseum Ali Hasjmy tersebut diikuti oleh 250 peserta dari Musipda, akademisi, tokoh sastrawan, mahasiswa, keluarga besar Ali Hasjmy dan  masyarakat umum dari sejumlah daerah di Aceh.

“Kegiatan ini mengenag kembali sosok pemikir hebat Prof. Ali Hasjmi yang telah berkontribusi membangun umat dan menyelamatkan bangsa ini.  Kita juga berharap dengan acara ini bisa segera menobatkan Prof.  Ali Hajsmi sebagai pahlawan nasional Indonesia,” kata Ketua Panitia Drs. Baharuddin AR, M.Si.

Hal senada juga dikatakan Drs Asyiek Ali yang juga kerabat Prof Ali Hasjmy..  “Beliau merupakan seorang  seniman, budayawan, pejuang serta akademisi dan sudah sepantasnya untuk dicatatkan namanya sebagai pejuang nasional”.

Berita Terkait

Berita Terbaru