Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh melakukan pemantauan harga komoditas perikanan di Pasar Al Mahirah, Banda Aceh, Kamis (14/8/2026). Survei dilakukan untuk melihat perkembangan harga ikan sekaligus memantau kondisi perdagangan komoditas perikanan di tingkat pasar.
Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah ikan laut mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. Tuna tercatat Rp55.000 per kilogram, cakalang (ame-ame) Rp40.000/kg, tongkol Rp40.000/kg, kue (rambe) Rp90.000/kg, dencis Rp50.000/kg, biji nangka Rp45.000/kg, kembung Rp55.000/kg, cumi-cumi Rp85.000/kg, kerapu Rp106.000/kg, dan jenara Rp75.000/kg.
Subkoordinator Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) DKP Aceh, Fitriani, S.Pi., M.Si., mengatakan pemantauan harga dilakukan secara berkala untuk memperoleh gambaran perkembangan harga ikan di pasar.
“Dari hasil pemantauan, terdapat kenaikan pada beberapa komoditas ikan laut. Secara umum kenaikannya masih berada pada kisaran 10 hingga 43 persen, dengan rata-rata kenaikan sekitar 19 persen pada komoditas yang mengalami perubahan harga,” kata Fitriani.
Menurutnya, perubahan harga tersebut merupakan dinamika yang biasa terjadi di pasar dan dapat dipengaruhi oleh kondisi pasokan, ukuran ikan, serta permintaan konsumen.
Selain ikan laut, petugas DKP Aceh juga memantau harga ikan budidaya. Bandeng tercatat Rp45.000/kg, udang vanamei berada pada kisaran Rp60.000–Rp100.000/kg tergantung ukuran, sedangkan udang windu sekitar Rp200.000/kg.
Sementara itu, nila/mujair berada pada kisaran Rp40.000–Rp45.000/kg, kepiting Rp80.000/kg, lele Rp30.000/kg, dan gabus Rp40.000/kg.
Fitriani menambahkan, data hasil survei menjadi salah satu bahan pemantauan DKP Aceh terhadap perkembangan harga dan ketersediaan komoditas perikanan di pasar.
“Pemantauan ini penting agar kita dapat mengetahui kondisi harga di lapangan secara aktual dan melihat perkembangan komoditas perikanan dari waktu ke waktu,” ujarnya.
