Home PERISTIWA Jelang HUT RI ke-81, Kemenag Aceh Besar Kirim Penyuluh Agama ke Pulo...

Jelang HUT RI ke-81, Kemenag Aceh Besar Kirim Penyuluh Agama ke Pulo Aceh

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) mengirimkan tim penyuluh agama ke kawasan kepulauan Pulo Aceh, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat syiar Islam sekaligus memberikan pembinaan keagamaan dan generasi muda di wilayah kepulauan yang secara geografis berada di kawasan terdepan dan relatif sulit dijangkau.

Tim Bimas Islam Kemenag Aceh Besar dipimpin Kepala Seksi Bimas Islam, H. Khalid Wardana, S.Ag., M.Si. Sebanyak 20 penyuluh agama turut ambil bagian, termasuk Ketua Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Aceh Besar, Tgk. Hasanuddin, S.H.

Salah satu agenda utama digelar di SMAN 1 Pulo Aceh, Gampong Alue Reuyeung, Pulo Nasi. Para penyuluh agama memberikan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diikuti seluruh siswa.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para penyuluh berbaur dengan guru dan siswa melalui penyampaian materi, diskusi, hingga simulasi pemecahan masalah. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dan memecahkan persoalan yang diberikan juga mendapatkan bingkisan sebagai bentuk apresiasi.

Materi BRUS diarahkan pada penguatan karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan. Di antaranya pencegahan pernikahan dini, pemahaman konsep diri yang sehat, kesiapan mental dan emosional, kesehatan reproduksi, serta perencanaan masa depan remaja.

“Kita ingin anak-anak di Pulo Aceh mendapatkan pembinaan yang sama seperti anak-anak di wilayah lainnya. Mereka adalah generasi penerus yang harus kita bekali dengan pemahaman agama, karakter, serta kemampuan merencanakan masa depan,” ujar Khalid.

Dari Sekolah hingga Masjid

Kehadiran 20 penyuluh agama di Pulo Nasi tidak hanya menyasar kalangan pelajar. Para penyuluh juga mengambil peran dalam berbagai kegiatan keagamaan masyarakat.

Mereka menjadi khatib Jumat, imam, penceramah subuh, serta mengisi pengajian bagi kaum ibu dan anak-anak. Kegiatan safari subuh juga dilaksanakan di sejumlah masjid yang tersebar di Pulo Nasi.

Masjid yang menjadi lokasi kegiatan antara lain Masjid Baitul Falah Pasi Janeng, Masjid Nurul Huda Deudap, Masjid Babut Taqwa Rabo, Masjid Nurul Islam Lamteng, Masjid Al Ikhlas Dusun Kandang Alue Reuyeung, dan Masjid Al Furqan Dusun Sergong Alue Reuyeung.

Selama dua hari berada di Pulo Nasi, para penyuluh agama bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga dan pemuka agama setempat. Kehadiran para penyuluh dinilai memberikan warna tersendiri bagi kehidupan keagamaan masyarakat Pulo Aceh, terutama di tengah keterbatasan tenaga dai dan khatib.

Masyarakat Butuh Pembinaan Berkelanjutan

Khalid Wardana mengatakan, pengiriman penyuluh agama ke Pulo Aceh merupakan bentuk perhatian Kemenag Aceh Besar terhadap masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.

Menurutnya, kondisi geografis Pulo Aceh yang terdiri dari wilayah kepulauan membuat akses terhadap berbagai layanan, termasuk pembinaan keagamaan, tidak selalu mudah.

“Pulo Aceh ini kawasan terdepan. Masyarakatnya sangat mendambakan sentuhan rohani dan pembinaan, khususnya bagi generasi muda. Karena tenaga dai dan khatib masih terbatas, maka perlu ada penugasan secara bergilir untuk mengisi kegiatan keagamaan di sini,” katanya.

Mantan Ketua KNPI Aceh Besar itu berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum HUT Kemerdekaan saja. Ia mendorong berbagai lembaga, organisasi keagamaan, dan komunitas dakwah untuk ikut mengambil bagian dalam memberikan pembinaan secara berkelanjutan kepada masyarakat Pulo Aceh.

“Kami berharap berbagai lembaga dan organisasi dapat mengirimkan tim secara berkelanjutan. Masyarakat Pulo Aceh sangat terbuka dan antusias menerima kegiatan pembinaan seperti ini,” ujarnya.

Bagi Kemenag Aceh Besar, momentum menyambut HUT RI ke-81 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghadirkan negara melalui pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat di wilayah terdepan.

Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan semakin terasa hingga ke pelosok kepulauan, sekaligus memperkuat ketahanan keagamaan dan pembinaan generasi muda Pulo Aceh.

Exit mobile version