Kapan terakhir Anda menikmati kue tradisional yang mengingatkan pada suasana dan masakan keluarga? Jika hal itu sudah sangat lama, kini Anda dapat menemukan kembali rasa rumahan dari produk kue Kedai Latifah.
Dari kerinduan akan rasa itulah, Kedai Latifah menapaki dunia usaha kuliner dari dapur rumah yang sederhana dan mengandalkan rasa serta kualitas dalam setiap produk mereka. Dikenal sebagai produk jajanan pasar yang dekat dengan banyak orang, Kedai Latifah menghadirkan berbagai pilihan, mulai dari timpan hingga aneka gorengan.
Kedai Latifah berbagi cerita dan inspirasi dalam merintis usaha keluarga ini. Nibaas Faadiyah Suhana, pengelola Kedai Latifah, menyebutkan bahwa kualitas adalah fondasi utama yang sejak awal dijaga. “Untuk kualitas sendiri, kita sangat menjaga kebersihan, kerapian, dan kehigienisan dari setiap produk yang kita buat” ujarnya.
Kedai Latifah pertama kali berdiri pada 2019, dirintis oleh kakaknya, lalu sempat terhenti karena kesibukan. Hingga pada akhir 2024, Kedai Latifah kembali melakukan produksi, kali ini dengan pilihan menu yang lebih beragam. Tak hanya timpan, Kedai Latifah menyediakan berbagai pilihan hidangan untuk kebutuhan acara, seperti nasi tumpeng, kue tampah, hingga kue kotak. Harga kue mulai dari Rp2.500 per item, dengan paket yang ditawarkan pada kisaran harga terjangkau.
Proses produksi dilakukan dengan ketat. “Kita masaknya itu sampai benar-benar matang, jadi lebih tahan ketika di suhu ruang” sebutnya. Hal itu penting untuk menjaga keamanan pangan sekaligus mempertahankan kualitas produk saat disajikan kepada pelanggan.
Soal bahan baku, Kedai Latifah hanya menggunakan bahan berkualitas tinggi. “Untuk bahannya sendiri, kita selalu menggunakan bahan yang premium” terang Nibaas. Tepung, misalnya, selalu dipilih dalam kemasan, bukan tepung curah. Menurutnya, kualitas bahan sangat menentukan hasil akhir. “Dengan kualitas yang bagus juga menentukan rasa yang lezat.”
Dari sisi legalitas, Kedai Latifah telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sedang mengurus sertifikasi halal. Perizinan ini sebagai bentuk keseriusan Kedai Latifah dalam menjalankan usaha kulinernya. “Sekaligus memberi rasa aman bagi konsumen” tambahnya. Dalam pemasaran, Kedai Latifah tidak membatasi diri pada satu segmen usia. Produk-produknya dibuat agar bisa dinikmati semua kalangan. “Produk kita itu bisa disantap dari anak-anak sampai lansia” katanya.
Pilihan menu yang beragam, termasuk makanan khas Aceh, dirasa cocok dengan selera siapapun. Sementara ketahanan produk jajanan Kedai Latifah mampu bertahan sekitar 12 jam pada suhu ruang. “Untuk timpan dapat bertahan hingga 24 jam.”
Keakraban rasa rumahan ini membawa cerita tersendiri bagi pelanggannya. Pengalaman mencicipi kue buatan Kedai Latifah hingga menjadi pelanggan setia justru datang dari pelanggan yang tidak diduga.
Seorang pelanggan awalnya menemukan Kedai Latifah secara tidak sengaja melalui Instagram. “Dia random aja pesan, katanya lewat eksplor Instagram, terus dia coba pesan timpan” tuturnya.Respons pelanggan di luar dugaan. “Alhamdulillah sampai sekarang sudah pesan menu-menu yang lain, katanya, rasanya bikin ketagihan.”
Nibaas mengatakan perkembangan Kedai Latifah juga didukung oleh pendampingan dari BSI UMKM Center. Melalui program ini, Nibaas mengikuti berbagai pelatihan dan sempat menerima pembiayaan usaha. “Selain menambah pengetahuan, ikut dalam program BSI UMKM juga membuka jejaring baru dengan sesama pelaku UMKM,” imbuhnya.
Saat Ramadhan yang identik dengan kemeriahan, denyut usaha kue tradisional juga meningkat. Kedai Latifah pun selalu membuka lapak jajanan dengan konsep kekinian.Begitu pun saat mendekati Lebaran, Kedai Latifah membuka pemesanan khusus timpan untuk Lebaran. “Pesanan disiapkan sehari sebelum hari raya agar kualitas tetap terjaga saat diterima pelanggan” ungkap Nibaas.
Strategi pemasaran Kedai Latifah berjalan sederhana dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp sebagai penghubung, serta mengandalkan rekomendasi pelanggan.Bagi Anda yang ingin mencoba kue buatan Kedai Latifah, pemesanan dapat dilakukan melalui akun Instagram @atkedelatifah.Kedai Latifah berencana mengembangkan menu dengan menambah varian frozen food seperti perkedel, nugget, dan bakso, sekaligus menaruh harapan untuk membuka outlet sendiri di masa mendatang. (Nurul Ali)
