Home EKONOMI BISNIS Kunyit Cinta Jamu Praktis Modern untuk Pilihan Menjaga Kesehatan

Kunyit Cinta Jamu Praktis Modern untuk Pilihan Menjaga Kesehatan

Seiring perubahan gaya hidup, minuman tradisional ini tetap dilirik karena memiliki khasiat yang menyehatkan, minuman itu adalah jamu. Menariknya lagi, jamu juga mengikuti tren modern dengan hadir dalam kemasan praktis dan mudah dibawa.
Salah satu produk yang mengambil peluang pasar ini adalah Kunyit Cinta. Diracik dari bahan alami seperti kunyit, jahe, dan serai, produk ini menawarkan cara sederhana untuk tetap sehat tanpa harus mengubah kebiasaan makan dan minum sehari-hari.

Di balik produk jamu modern ini ada Maulizar, berangkat dari pengalaman pribadi yang pernah mengalami berat badan berlebih membuatnya sulit beraktivitas, mudah lelah, hingga mengalami nyeri persendian.
Liza, sapaan akrabnya bercerita efek yang dirasakan setelah rutin mengosumsi minuman racikannya, “Awalnya hanya untuk konsumsi sendiri, setela rutin mengonsumsi Alhamdulillah berat badan saya turun 11 kilogram” ujarnya.

Pengalaman pribadi ini membuatnya yakin untuk menghadirkan Kunyit Cinta sebagai produk jamu modern siap seduh dengan khasiat yang tetap sama. Apalagi banyak orang di sekitarnya juga mengalami masalah serupa.

Liza mengatakan menjaga kesehatan seharusnya dilakukan dengan cara yang realistis, tanpa harus mengorbankan makanan favorit. “Makanan-makanan cepat saji enak, karena terus-menerus dimakan, ujung-ujungnya kolesterol, asam urat” sebutnya.

Untuk mendapatkan hasil optimal dari Kunyit Cinta, produk harus dikonsumsi secara rutin dan dibarengi pola hidup sehat serta olahraga.
“Di awal minum, biasanya lemak-lemak jahat dibuang. Kalau rutin, lemak berlebih berkurang, badan jadi lebih ideal” jelas Liza.

Alasan kepraktisan juga menjadi inspirasi untuk melaunching Kunyit Cinta pada 2014. “Kebiasaan kalau merebus kunyit sendiri, tangan menguning, waktu tersita dan harus setiap hari. Kunyit Cinta hadir sebagai versi praktis: tinggal seduh, dikemas dengan zipper agar kualitas terjaga, masa simpan bisa panjang bahkan hingga tiga tahun” imbuhnya.

Selain kualitas, rasa juga menjadi pembeda Kunyit Cinta dengan produk jamu lain. “Banyak orang tidak suka jamu karena pahit, Kunyit Cinta tidak pahit, lebih enak ditambah perasan lemon atau jeruk nipis, rasanya segar, bisa juga ditambah madu, lebih enak lagi” jelasnya.

Produk ini tidak hanya ditujukan untuk perempuan, tetapi juga dapat dikonsumsi oleh pria. “Produk ini aman dikonsumsi usia 12 tahun ke atas, dengan takaran lebih kecil untuk anak-anak.”

Untuk produksi, bahan bakunya berasal dari pasar lokal dan diambil langsung dari petani di Takengon hingga Lamteuba, Aceh Besar. “Ini juga sebagai upaya kita mendukung ekonomi petani lokal kita.”
Jika dulu seluruh proses dikerjakan secara manual, kini sebagian besar telah menggunakan mesin. Ada sepuluh karyawan yang terlibat dalam proses produksi Kunyit Cinta di rumah pengering yang berpusat di Sigli.

Dari sisi legalitas, Kunyit Cinta telah mengantongi sertifikat halal dan PRT, “Didukung oleh BSI, sementara BPOM masih dalam tahap pengawasan.” Ungkap Liza.

Saat ini, tersedia kemasan 70g, dan penjualan tidak hanya di Aceh, tetapi juga telah menjangkau luar Sumatera. Selain menjual secara langsung, Liza juga memanfaatkan relasi dengan membuka peluang bagi reseller, agen, dan stokis.

Sementara untuk menjangkau calon pembeli di luar Aceh, Liza memanfaatkan media digital. Liza aktif mempromosikan produknya melalui konten-konten edukasi di platform media sosial Instagram dan TikTok dengan nama akun @kunyitcinta.official.

(Nurul Ali)

Exit mobile version