Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana menggelar aksi simbolik dengan mengibarkan bendera putih di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (14/8/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap lambannya proses pemulihan pascabencana ekologis yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak sembilan bulan lalu.
Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Rahmat Maulidin, mengatakan pengibaran bendera putih bukan merupakan simbol menyerah, melainkan ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah yang dinilai belum mampu memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.“Hari ini kami melakukan aksi penyebaran bendera putih. Itu adalah aksi simbolik bahwa negara telah gagal melakukan pemulihan bencana ekologis yang terjadi di Aceh, Sumut, dan juga Sumbar,” ujar Rahmat di sela-sela aksi.
Menurutnya, hingga memasuki bulan kesembilan pascabencana, berbagai persoalan mendasar masih belum terselesaikan. Sejumlah infrastruktur penting, seperti jalan dan jembatan, masih mengalami kerusakan. Akses transportasi masyarakat di beberapa wilayah juga belum sepenuhnya pulih, sementara endapan lumpur sisa bencana masih ditemukan di sejumlah lokasi.
Rahmat menilai kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana susulan, terutama saat musim hujan kembali tiba. Sungai-sungai yang belum dinormalisasi dikhawatirkan tidak mampu menampung debit air yang meningkat sehingga berisiko meluap dan mengancam permukiman warga.“Kalau kondisi ini dibiarkan, masyarakat yang sudah menjadi korban bisa menjadi korban untuk kedua kalinya,” katanya.
Selain menyoroti lambannya pemulihan fisik, Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana juga mengkritik kebijakan pemerintah pusat dalam penanganan pascabencana. Mereka menilai berbagai klaim terkait progres penanganan maupun alokasi anggaran pemulihan belum sepenuhnya tercermin dalam pembangunan dan pemulihan yang nyata di lapangan.Rahmat mencontohkan sejumlah program yang dijalankan kementerian dan lembaga, seperti pembagian benih pertanian serta kegiatan sosialisasi, yang dinilai belum menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak. Menurutnya, warga saat ini lebih membutuhkan percepatan pemulihan infrastruktur, pembangunan hunian yang layak, serta kepastian terkait relokasi bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.
Melalui aksi tersebut, koalisi mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh, serta memastikan pemulihan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat yang terdampak bencana.
Aksi pengibaran bendera putih berlangsung damai dan mendapat perhatian masyarakat yang berada di kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Koalisi berharap simbol tersebut menjadi pengingat bahwa ribuan korban bencana masih menunggu pemulihan yang tuntas dan berkeadilan.
