Virus Corona Mahasiswa Merana

Sampai saat virus corona atau Covid-19 masih terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia. Virus corona adalah suatu penyakit yang mengganggu sistem pernafasan manusia. Virus corona ditandai dengan beberapa gejala seperti demam, lesu, sakit tenggorokan, batuk bahkan sesak napas. Virus corona muncul pertama kali di Wuhan yang merupakan salah satu kota di China. Virus ini menyebar dengan sangat cepat ke berbagai negara lainnya.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 merupakan pandemi global. Dalam sejarah kehidupan manusia baru virus corona yang menjadi pandemi. Dilansir dari Kompas.com, pernyataan pandemi virus corona disampaikan oleh Sekretaris Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebeyesus. Tedros mengatakan “ini adalah pertama kalinya virus corona menyebabkan pandemi”.

Pandemi virus corona atau Covid-19 telah banyak memakan korban. Setiap hari jumlah kasus virus coronan terus meningkat. Dilansir dari situs data real time virus corona Worldometers jumlah kasus virus korona seluruh dunia tercatat sebanyak 3.821.917. Jumlah korban jiwa akibat corona ada 265.051, jumlah pasien yang sembuh dari virus corona tercatat ada 1.299.521 hingga kamis (7/5/2020).

Di Indonesia sendiri tercatat 12.438 kasus virus corona, jumlah korban jiwa akibat corona ada 895 dan jumlah pasien yang sembuh dar vius corona tercatat ada 2.317 hingga kamis (7/5/2020).

Salah satu kebijakan pemerintah untuk melindungi masyarakat agar terhindar dari Covid-19 dengan cara bekerja dirumah, belajar dirumah dan beribadah dirumah agar jauh dari keramaian. Dari kebijakan tersebut, tentu saja ada dampak yang dirasakan oleh masyarakat di semua aspek kehidupan, tak terkecuali mahasiswa. Dilansir dari Kompas.com Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatur penyelenggaraan program pendidikan di tingkat tinggi terkait pembelajaran jarak jauh selama darurat Covid-19, sehingga banyak kampus yang diliburkan yang membuat sistem perkuliahan diganti dengan daring.

Akibat merebaknya virus corona, mau tidak mau kuliah tatap muka harus diganti dengan kuliah secara online atau daring. Tak sedikit mahasiswa mengalami masalah ketika kuliah daring. Belum lagi mahasiswa yang tinggal jauh dari kota memiliki kesulitan untuk mengakses internet, sehingga banyak mahasiswa ketinggalan informasi tentang perkuliahan.

Dilansir dari Kompasiana, ada beberapa masalah non akademik yang dihadapi mahasiswa atau pelajar, antara lain:
• Mahasiswa yang telah lulus ujian skripsi dan dijadwalkan wisuda semester genap ini jadi tertunda.
• Mahasiswa semester akhir yang sedang skripsi pun mengalami kesulitan untuk konsul dengan pembimbing dan turun lapangan.
• Mahasiswa yang kost, sulit menghadapi keadaan ini.
Mahasiswa yang masih aktif dan belum lulus juga mengalami permasalahan pembayaran SPP karena dampak virus corona tak hanya berdampak pada kesehatan, virus corona juga mempengaruhi ekonomi masyarakat. Tak semua orang tua dari mahasiswa berada di kalangan atas, ada orang tua yang bekerja sebagai petani, nelayan, supir, kuli bangunan, dan pedagang yang harus berhenti bekerja untuk mematuhi peraturan pemerintah.
Saat ini belum ada tanda-tanda kapan berakhirnya pandemi ini. Tidak ada satu pun ahli yang menjamin kapan berakhirnya pandemi ini. Bahkan para supra natural atau disebut orang pintar yang biasanya meramal tak ada satu pun yang bersuara, menyumbangkan pemikirannya.

Dibalik itu semua kita jangan putus asa, tetap bersyukur dan selalu berdoa agar pandemi ini segera berakhir. Kita harus yakin bahwa ujian ini pasti berakhir. Dalam kehidupan, manusia tak luput dari cobaan, baik kesusahan ataupun kesenagan. Yakinlah badai pasti akan berlalu.

Allah SWT berfirman dalam al-Quran Surah Al-Baqarah: 286.
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tesalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Allah SWT berfirman dalam al-Quran Suah Al-Insyiroh:5-6.
Artinya: “karena sesungguhnya sesudah kesuliatan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.

Penulis : Nurmaidah, Mahasiswa PsikologiUIN Ar-Raniry Banda Aceh