Moenana Trio Buka Fusion Fiesta dengan Lima Lagu Orisinal, Hangatkan Malam Jazz di Banda Aceh

Grup musik asal Banda Aceh, Moenana Trio, sukses menghangatkan panggung Fusion Fiesta sebagai penampil pembuka di Gedung Indoor Taman Seni dan Budaya Aceh, Selasa (7/7/2026) malam. Penampilan trio yang digawangi Maulana (gitar dan vokal), Teuku Mahfud (drum), dan Munzir (bass) itu menjadi pembuka yang ideal sebelum konser utama gitaris jazz Yudi Amirul bersama para musisi pendukungnya. Fusion Fiesta sendiri merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem jazz dan jazz fusion di Aceh melalui workshop dan konser yang terbuka untuk masyarakat.

Tampil dengan format penuh energi, Moenana Trio menghadirkan sajian musik yang memadukan unsur pop, jazz, fusion, dan akustik. Karakter musikal yang hangat dan komunikatif membuat penonton langsung terhubung dengan setiap lagu yang dibawakan sejak awal penampilan.

Pada kesempatan konser ini Moenana Trio membawakan lima lagu orisinal, yakni Cuma Dari Potretmu, Junedipity, Badutz, Stay With Me, dan Vanilla. Kelima lagu tersebut merepresentasikan identitas musikal Moenana Trio yang tidak terpaku pada satu genre, melainkan bebas mengeksplorasi berbagai warna musik modern dengan sentuhan harmoni jazz yang kuat.

Lagu Cuma Dari Potretmu dan Stay With Me menghadirkan nuansa yang lebih melodius dan emosional, sementara Junedipity dan Badutz menampilkan eksplorasi ritme serta permainan instrumen yang lebih dinamis. Adapun Vanilla, salah satu lagu yang cukup dikenal dari repertoar mereka, menjadi penutup yang manis sekaligus memperlihatkan kematangan musikal ketiga personel di atas panggung.

Permainan gitar Maulana yang ekspresif berpadu dengan groove bass Munzir dan ketukan drum Teuku Mahfud yang solid. Meski tampil dalam format trio, mereka mampu menciptakan lanskap musikal yang kaya dan berlapis. Beberapa bagian improvisasi mendapat sambutan hangat dari penonton yang memenuhi arena pertunjukan.

Menurut Afrizal seorang musisi, komposer dan arranger, yang turut mengikuti konser dari kursi penonton, pilihan musikal Moenana Trio mengingatkan pada lanskap musik independen kontemporer yang berkembang di Inggris dan Eropa. Sesekali terdengar jejak era Parachutes, kelembutan, atau nuansa emosional Namun, kemiripan itu lebih terasa sebagai referensi musikal yang wajar daripada upaya meniru.

“Musik mereka terasa cukup relevan dengan wajah skena indie saat ini. Alih-alih mengandalkan ledakan instrumen atau refrein yang dibuat seketika melekat di kepala, mereka lebih memilih membangun suasana yang mengajak pendengar bertahan hingga lagu selesai” ujar pianis Afrizal, “Moenana menawarkan sesuatu yang layak diapresiasi”

Tepuk tangan meriah yang mengiringi akhir penampilan menjadi penanda bahwa Moenana Trio berhasil menjalankan perannya dengan baik. Mereka tidak sekadar membuka konser, tetapi juga membangun atmosfer hangat yang menjadi fondasi bagi jalannya Fusion Fiesta sepanjang malam.

Kredit Liputan: UZ
Kredit Foto: Photography By Ferry

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads