Alumni UIN Ar-Raniry Harus Siap Bersaing Dengan Alumni Luar Negeri

Farid Wajdi Ibrahim, Rektor IAIN Ar-Raniry

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr H. Farid Wajdi Ibrahim, MA mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi mahasiswa setelah terjun di masyarakat akan jauh lebih besar, sebab di masyarakat lah tantangan sebenarnya yang akan dihadapi nanti.

Hal demikian diingatkan Rektor pada wisuda ratusan mahasiswa di kampus tersebut, di gedung Auditorium Ali Hasyimi kampus tersebut , Selasa, (28/2).

Prof Farid menambahkan, proses wisuda baru tahap awal sebelum terjun ke  dalam dunia nyata yang penuh dengan tantangan, oleh karena itu butuh pendidikan karakter, sehingga alumni mahasiswa UIN bisa membawa diri dalam masyarakat.

Farid juga menjelaskan,bahwa yang mendapatkan nilai Cumlaude(Istimewa) belum tentu berhasil di masyarakat, begitupun sebeliknya, yang dapat nilai C juga belum tentu gagal. Namun keberhasilan justru akan berpihak pada mereka yang bersungguh-sungguh.

“Yang anda dapatkan disini tidak ada apa-apanya, walaupun  S3, S2 dan S1. Ilmu yang bergulir disini belum seberapa. Sebab, masih banyak ilmu di luar. Disanalah tantangan nyata. Kalian harus rumuskan tujuan dan cita-cita hidup, jangka pendek maupun jangka panjang, 10 bahkan sampai 50 tahun ke depan, “ ujar Prof Farid.

Farid menambahkan, lulusan UIN sudah melalui standar, sehingga mampu bersaing diluar kampus, karena diluar kampus para alumni UIN akan berhadapan dengan alumni-alumni dari kampus lan, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Malah lawan-lawan mereka nanti adalah alumni-alumni luar negeri, bukan lawan dalam arti negatif, tapi lawan dalam dunia pekerjaan,”tambahnya.

Sementara itu, terkait lebih sedikitnya kaum laki-laki dari daftar peraih nilai IPK tertinggi jika dibandingkan dengan kaum perempuan, Farid mengatakan, akhir-akhir ini banyak mahasiswa yang menghabiskan waktunya di Cafee-cafee, di warkop, bahkan tempat itu menjadi tempat kedua setelah kampus.