Tgk Faisal Ali Kembali Pimpin PWNU Aceh

Tgk. H. Faisal Ali kembali berhasil terpilih sebagai Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh periode 2015-2020. Sedangkan untuk memimpin Rais Syuriah PWNU Aceh terpilih Tgk. H. Nuruzzahri Yahya (Waled Nu).

Keduanya terpilih secara aklamasi dalam konferensi wilayah (Konferwil) XIII PWNU Aceh yang berlangsung 17-19 April 2015 di Asrama Haji Banda Aceh.

Konferwil yang dibuka Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr Said Aqil Siradj, Jum’at (17/4) malam yang dihadiri Gubernur Aceh Zaini Abdullah tersebut, ditutup secara resmi oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Ja’far, Minggu (19/4) sore.

Sebelumnya, sempat muncul lima nama calon Ketua PWNU Aceh periode 2015-2020, yaitu Tgk H Faisal Ali (calon incumbent), Drs H Ibnu Sa’dan MPd (Kepala Biro AUAK IAIN Zawiyah Cot Kala Kota Langsa), Dr Bustami Usman M.Si (Kepala Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh/Wakil Ketua PWNU Aceh), Ramli MS (mantan bupati Aceh Barat/Ketua PCNU Aceh Barat) dan Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab/Tu Sop (Ketua PCNU Bireuen).

Namun, saat akan dimulainya pemilihan ketua, Minggu siang, hanya ada satu calon tunggal yang dimajukan sebagai ketua oleh 23 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten/kota dan PWNU Aceh, yaitu Tgk. Faisal Ali.

Akhirnya, dari hasil musyawarah dalam forum konferwil tersebut, karena tidak ada calon lain yang maju dalam pemilihan, maka langsung ditetapkan Faisal Ali yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh itu untuk memimpin PWNU Aceh periode lima tahun ke depan.

“Karena hanya ada satu calon tunggal yang maju, akhirnya Ketua Tanfidziah PWNU Aceh terpilih secara aklamasi yaitu Tgk. Faisal Ali,” ujar Ketua Panitia Konferwil XIII PWNU Aceh, Drs. H. Ibnu Sa’dan M.Pd kepada wartawan.

Penutupan Konferwil XIII PWNU Aceh oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja’far, di Aula Utama Asrama Haji turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Anggota DPR-RI asal Aceh, Irmawan serta ratusan kader NU Aceh.

Wagub yang akrab disapa Mualem ini dalam sambutannya meminta para pengurus Nahdatul Ulama Aceh agar berpartisipasi dalam membangun Aceh. Terutama dalam membangun Aceh serta memberantas segala bentuk acaran sesat di Aceh.

“Aceh sedang giat-giatnya memberantas segala bentuk ajaran sesat. Karenanya, saya berharap NU berperan aktif dalam menjalankan misi ini,” katanya.

Harapan yang sama disampaikan Gubernur Zaini Abdullah pada pembukaan konferwil PWNU Aceh Jum’at malam.‎ Zaini meminta warga Nahdliyin untuk membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai masalah kemasyarakatan yang saat ini terjadi di Aceh. Masalah tersebut antara lain terkait aliran sesat, narkoba, termasuk ISIS yang sedang mengancam dunia Islam. Dia berharap, NU dapat membantu pemerintah dalam menghalau berbagai persoalan itu.

NU merupakan satu organisasi keagamaan yang banyak memberikan sumbangsih besar dalam perkembangan Islam di Nusantara, kemerdekaan, hingga perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita perlu membetengi diri ISIS sejak dini, dan perlu saya tegaskan bahwa ISIS tidak ada tempat di Aceh,” katanya.

Selain itu, Gubernur Zaini juga menyampaikan bahwa persoalan yang sangat mengkhawatirkan masyarakat saat ini adalah munculnya aliran sesat. Fenomena ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Itu sebabnya, dia meminta NU bisa membetengi keimanan umat dengan melakukan berbagai kegiatan keagamaan.

Sebagai ormas Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, kata Zaini, NU memiliki tanggung jawab moral bersama dengan pemerintah dalam menghadapi berbagai perubahan. “Saya berharap kiranya para ulama NU dan para nahdliyin berkenan meningkatkan kontribusinya dalam mengatasi berbagai masalah yang kita hadapi. Sehingga Aceh bisa menjalankan syariat Islam secara kaffah,” ujarnya

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads