Disbudpar Tegaskan Aceh Masuk Destinasi Wisata Syariah Indonesia

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Pahlevi mengatakan pihaknya terus membenahi berbagai infrastruktur dan meningkatkan pelayanan menyusul penetapan provinsi itu sebagai destinasi wisata syariah di Indonesia.

“Yang jelas Aceh merupakan salah satu dari 11 provinsi yang ditetapkan sebagai destinasi wisata syariah,” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya dari Banda Aceh, Selasa.

Reza juga menyatakan pihaknya tidak tahu kenapa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dalam pembukaan Konferensi Internasional Wisata Syariah di Jakarta, Senin (2/6), hanya menyebutkan sembilan daerah destinasi wisata syariah di Indonesia, tidak termasuk Aceh di dalamnya.

“Saya sendiri ikut menghadiri Konferensi Internasional Wisata Syariah di Jakarta yang dihadiri peserta dari negara-negara anggota OKI,” katanya.

Reza Pahlevi menjelaskan Aceh merupakan salah satu provinsi yang diberi keluasan oleh Pemerintah Pusat untuk menjalankan Syariat Islam secara kaffah (menyeluruh) melalui Undang Undang Nomor 11/2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA).

“Artinya, Aceh merupakan salah satu daerah ideal dan cukup mendukung untuk tujuan wisata syariah. Hanya saja soal pelayanan yang memang harus kami tingkatkan,” katanya.

Berbagai infrastruktur, misalnya mushala atau masjid-masjid mudah dijumpai para turis yang sedang menikmati liburan (wisata) di berbagai tempat di provinsi mayoritas penduduknya adalah Muslim, ujarnya.

Hotel-hotel atau penginapan serta restoran di Aceh, Reza menjelaskan tetap melaksanakan aturan syariah yang juga berlaku umum ditempat-tempat keramaian di seluruh daerah di provinsi ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mencontohkan lokasi-lokasi wisata baik itu di pantai maupun hotel-hotel di daerahnya selalu dilengkapi dengan mushalla.

“Artinya, masyarakat Aceh siap menyambut kunjungan wisatawan khususnya dari Muslim. Saat ini saja, banyak wisatawan terutama Muslim asal Malaysia dan Thailand berwisata ke Aceh,” katanya.

Nuansa Islami yang cukup kental di Aceh, Reza mencotohkan dapat dijumpai saat-saat bulan puasa Ramadhan di daerahnya. “Karenanya banyak wisatawan Muslim yang sengaja datang ke Aceh pada Ramadhan, mereka ingin menikmati suasana puasa di Aceh yang berbeda dengan di daerahnya,” kata dia.(antaraaceh)

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads