Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Aceh bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lhokseumawe menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah di dua perguruan tinggi Islam negeri di Aceh, yakni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Kegiatan yang berlangsung pada 9–10 Juni 2026 tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa sekaligus membangun kesadaran terhadap berbagai modus investasi ilegal yang masih marak terjadi di masyarakat.
Pada pelaksanaan pertama di Aula IAIN Langsa, Selasa (9/6), ratusan mahasiswa mengikuti rangkaian edukasi yang menghadirkan narasumber dari tiga lembaga otoritas sektor keuangan.
Deputi Kepala Wilayah BEI Aceh, Aulia Firdaus, membuka kegiatan dengan pemaparan mengenai pasar modal syariah. Dalam materinya, ia menjelaskan konsep dasar investasi syariah, mekanisme perdagangan efek syariah, serta berbagai peluang investasi yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk membangun masa depan keuangan yang lebih baik.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa investasi bukan hanya untuk kalangan tertentu. Dengan pemahaman yang benar, investasi syariah dapat menjadi sarana membangun kemandirian finansial sejak dini melalui instrumen yang halal, aman, dan terpercaya,” ujarnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen (EPK) OJK Aceh, Safira Salsabila. Ia mengangkat tema Membangun Generasi Investor Cerdas dan Waspada Keuangan Ilegal yang menyoroti berbagai modus penipuan berkedok investasi.
Safira mengingatkan mahasiswa untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum memutuskan berinvestasi. Menurutnya, pemahaman terhadap legalitas dan kewajaran suatu penawaran investasi menjadi langkah penting dalam menghindari kerugian akibat praktik investasi bodong.
Sementara itu, sesi terakhir diisi oleh Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan SPPUR Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Irsyad Ikhsan Arrahman. Ia menjelaskan peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran serta pentingnya perlindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital.
Irsyad juga mengajak mahasiswa untuk semakin bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan digital dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan data pribadi.
Kegiatan edukasi tersebut berlanjut pada Rabu (10/6) di Aula UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Antusiasme mahasiswa terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif sepanjang kegiatan.
Beragam pertanyaan seputar investasi syariah, strategi memulai investasi bagi pemula, hingga cara mengenali investasi ilegal menjadi topik yang banyak dibahas oleh peserta.
Kolaborasi antara BEI, OJK, dan BI ini merupakan bentuk sinergi antarotoritas dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Aceh, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Selain memberikan pemahaman mengenai investasi yang sesuai prinsip syariah, kegiatan ini juga menjadi upaya preventif untuk membentengi generasi muda dari berbagai praktik penipuan keuangan.
Melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah, ketiga lembaga berharap semakin banyak mahasiswa yang memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi sejak dini. Para peserta juga diharapkan dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan kampus maupun masyarakat, sehingga tercipta generasi investor syariah yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
“Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan terlindungi dari risiko kejahatan keuangan. Mahasiswa memiliki peran strategis untuk menyebarkan pemahaman tersebut kepada lingkungan sekitarnya,” demikian pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.





