Green Qurban USK 1447 H: 21 Hewan Qurban Disalurkan kepada 852 Penerima Manfaat

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Mirza Tabrani, memimpin langsung pelaksanaan Program Qurban 1447 Hijriah yang digelar Universitas Syiah Kuala bersama Rumah Amal Masjid Jamik USK, Kamis (28/5/2026). Mengusung tema “Green Qurban: Sehati – Sehat, Halal, Aman, Tepat Sasaran, dan Istimewa”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian keluarga besar kampus kepada para pengabdi universitas sekaligus komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Tahun ini, Rumah Amal Masjid Jamik USK menerima amanah qurban dari dosen, tenaga kependidikan, pimpinan universitas, alumni, mitra, dan masyarakat umum. Sebanyak 21 ekor hewan qurban, terdiri atas 11 ekor sapi dan 10 ekor kambing, berhasil dihimpun dan disembelih untuk kemudian didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Konsep Green Qurban diwujudkan melalui penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging qurban dan totebag ramah lingkungan sebagai wadah distribusi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan ibadah qurban yang berkelanjutan.

Untuk menjamin pelaksanaan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan, proses penyembelihan melibatkan Juru Sembelih Halal (JULEHA) serta mendapat pendampingan dari tim Supervisi Pemeriksaan dan Penyembelihan Hewan Qurban (SPPHQ). Tim tersebut melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan proses penyembelihan, hingga memastikan penanganan daging berlangsung higienis dan aman.

Sebanyak 852 penerima manfaat menerima daging qurban yang didistribusikan secara tertib. Mereka terdiri atas shohibul qurban, relawan, petugas keamanan (security), dan petugas kebersihan yang bertugas di berbagai fakultas, unit kerja, serta fasilitas pendukung di lingkungan USK.

Rektor USK, Prof. Dr. Mirza Tabrani, mengatakan bahwa qurban tidak hanya mengandung nilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi.

“Iduladha mengajarkan kita tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian. Melalui qurban, kita belajar bahwa keberkahan tidak hanya dirasakan ketika menerima, tetapi juga ketika memberi. Saya mengapresiasi seluruh shohibul qurban yang telah mempercayakan amanahnya melalui Rumah Amal Masjid Jamik USK. Qurban ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar USK kepada sesama, khususnya kepada para petugas keamanan dan petugas kebersihan yang selama ini memberikan kontribusi besar bagi aktivitas kampus,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm., Apt., menyampaikan bahwa program qurban merupakan bentuk pengelolaan amanah yang setiap tahun dipercayakan kepada lembaganya.

Menurut Tedy, seluruh proses mulai dari penghimpunan, pemeriksaan kesehatan hewan, penyembelihan, hingga distribusi dilaksanakan secara profesional, transparan, halal, aman, dan tepat sasaran.

“Qurban bukan sekadar membagikan daging, tetapi juga membangun rasa persaudaraan, menghadirkan kebahagiaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui Green Qurban, kami ingin mengajak masyarakat menjalankan ibadah qurban yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh shohibul qurban, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, alumni, mitra, tim JULEHA, tim SPPHQ, relawan, mahasiswa, dan panitia yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Pelaksanaan qurban berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan gotong royong. Sejak pagi, panitia dan relawan bekerja sama menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pemeriksaan hewan, penyembelihan, pencacahan daging, pengemasan menggunakan daun jati, hingga pendistribusian kepada para penerima manfaat.

Melalui Program Green Qurban 1447 H ini, Universitas Syiah Kuala bersama Rumah Amal Masjid Jamik USK kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kampus sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Semangat qurban menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kepedulian sosial dan kebermanfaatannya bagi sesama.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads