Gitaris jazz asal Aceh, Yudi Amirul, berhasil memukau penonton dalam konser Fusion Fiesta yang berlangsung di Gedung Indoor Taman Seni dan Budaya Aceh, Selasa (7/7/2026) malam. Pertunjukan yang digelar secara gratis tersebut menghadirkan sajian jazz fusion yang enerjik, sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi perkembangan musik jazz modern di Aceh.
Sejak awal penampilan, Yudi Amirul langsung menunjukkan kualitas musikalitas yang telah ditempanya selama lebih dari dua dekade. Permainan gitar yang matang, dipadukan dengan improvisasi khas jazz fusion, mampu membangun atmosfer konser yang hangat sekaligus dinamis. Penonton yang memadati arena pertunjukan terlihat larut mengikuti setiap komposisi yang dibawakan.
Didukung oleh sejumlah musisi berpengalaman Bassist Erwin, Keyboard Ardy, Gitar Denny Syukur, dan Drum Herry Kasta, penampilan Yudi menghadirkan perpaduan harmoni yang kuat antara gitar, bass, keyboard, dan drum. Setiap personel mendapat ruang untuk menampilkan eksplorasi musikalnya, namun tetap berada dalam satu kesatuan aransemen yang solid.
Konser ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan skena jazz Aceh. Di tengah dominasi musik populer, Fusion Fiesta menunjukkan bahwa jazz masih memiliki ruang dan audiens yang antusias. Tidak hanya kalangan penikmat jazz, sejumlah musisi muda dan pelajar juga tampak hadir untuk menyaksikan langsung penampilan salah satu gitaris terbaik yang dimiliki Aceh.
Yudi Amirul sendiri dikenal sebagai musisi kelahiran Aceh Singkil yang telah menorehkan berbagai prestasi nasional. Alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu pernah meraih Juara I The Best Guitar Jazz Icon Search Festival pada Java Jazz Festival 2006 dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan musik jazz di Aceh.
Sebelum konser berlangsung, rangkaian Fusion Fiesta juga diawali dengan workshop musik jazz fusion yang menghadirkan sejumlah pelaku musik sebagai narasumber. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi musik sekaligus mendorong lahirnya generasi baru musisi jazz di Aceh.
Lebih dari sekadar pertunjukan, Fusion Fiesta menjadi ajang silaturahmi para musisi dan penikmat jazz. Opening konser Moenana Trio menunjukkan kematangan musikalnya dengan lagu-lagu ciptaannya sendiri seperti Cuma Dari Potretmu dan Vanila. Penampilan scat vocal dari Suha dan monolog Qiyya Wahyudi, bagian dari lagu Little Angel komposisi ciptaan Yudi Amirul, membuat warna Fusion Fiesta bertambah semarak. Tepuk tangan panjang yang mengiringi akhir penampilan Moenana Trio dan Yudi Amirul menjadi bukti bahwa jazz fusion masih memiliki daya tarik kuat di Tanah Rencong.
Malam Fusion Fiesta, Yudi Amirul tidak hanya memainkan musik, Yudi menghadirkan pengalaman musikal yang memperlihatkan bahwa jazz dapat tetap relevan, komunikatif, dan mampu menjembatani berbagai generasi penikmat musik.
Kredit Liputan: UZ
Kredit Foto: Photography By Ferry





