Di era digital persaingan UMKM semakin ketat. Setiap hari hadir merek-merek baru dengan produk dan kemasan yang menarik. Pemanfaatan teknologi dan platform digital juga memiliki peran penting untuk memperluas jangkauan pasar dan penjualan hingga ke luar daerah.
Persaingan ketat dalam pilihan produk serupa menuntut pelaku UMKM untuk selalu siap, mulai dari menjaga ketersediaan stok, memastikan kualitas produk, hingga mampu menyesuaikan permintaan pelanggan secara cepat, hal ini mendorong adanya inovasi dan pengelolaan usaha lebih profesional, terutama yang mengandalkan penjualan secara online.
Melihat peluang ini, Ceklim Store hadir sebagai toko online yang menjual berbagai produk UMKM Aceh, mulai dari kopi dan rempah-rempah hingga souvenir khas Aceh. Didirikan oleh Nofri Taslim, Ceklim Store bertujuan memasarkan produk lokal secara profesional, menjangkau seluruh Indonesia, bahkan hingga pasar internasional.
Menurut Nofri Taslim, sejak awal dibangun fokus utama Ceklim Store adalah mendukung pelaku UMKM agar produk mereka dapat dijual secara efektif dan profesional. “Kami memastikan stok produk selalu tersedia, sehingga ketika ada permintaan, produk bisa langsung dikirim” ujarnya.
Ceklim Store menggunakan sistem online marketplace sebagai platform utama. Produk UMKM hanya perlu menyediakan foto atau video, sementara proses penjualan, pengemasan, dan pengiriman dikelola oleh tim Cek Lim Store.
Sistem ini dinilai memudahkan pelaku UMKM untuk fokus pada produksi, sementara Ceklim Store menangani distribusi hingga sampai ke konsumen, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Keunggulan Ceklim Store terletak pada kelengkapan dan keterjangkauan produk. Konsumen dapat membeli berbagai produk Aceh secara mudah, lengkap, dan tanpa harus menunggu toko fisik. Hal ini menjadikan Ceklim Store sebagai pusat online untuk membeli produk Aceh.
Sementara strategi pemasaran yang digunakan Ceklim Store dengan sistem jemput bola, yaitu menjemput langsung produk UMKM yang dibina oleh mitra seperti BSI UMKM Center, memastikan produk siap dikirim saat ada pesanan.
Jalinan kemitraan dengan BSI, memberikan Ceklim Store dukungan modal, pelatihan, dan jaringan mitra UMKM di dalam maupun luar negeri, “Akses modal juga pelatihan bisnis” ucapnya.
Hal ini mempermudah ekspansi produk Aceh ke pasar internasional dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM lokal.
Ceklim Store berencana mengembangkan studio mini untuk live selling 24 jam, yang memungkinkan penjualan produk secara real-time melalui TikTok dan Shopee. Studio ini akan melibatkan talent lokal secara bergantian, sehingga penjualan online dapat terus berjalan tanpa henti.
Hingga saat ini, Ceklim Store telah memasarkan sekitar 1.500 produk UMKM. Beberapa produk unggulan, seperti kopi Gayo dan kopi Ulee Kareng, “Bahkan telah dikirim ke Malaysia dan Singapura melalui Shopee Export” imbuh Nofri.
Juga tersedia rempah-rempah Aceh, sarung, topi, dan souvenir khas Aceh, pemesanan dapat dilakukan melalui platfoam Shopee, Tik Tok dan Tokopedia.
Ceklim Store membuka peluang bagi UMKM lokal dan meningkatkan daya saing di pasar digital maupun internasional. (Nurul Ali)


