Ekonomi Aceh Triwulan 4 Tumbuh 2,79 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh dalam rilis resminya yang dikeluarkan, Senin (07/02/2022) melaporkan, ekonomi Aceh triwulan 4 tahun 2021 tumbuh 2,79 persen dengan migas dan tumbuh 3,59 persen tanpa migas.

“Ekonomi Aceh secara kumulatif tumbuh 2,79 persen. Bahkan jika komponen migas dikeluarkan, perekonomian Aceh tetap tumbuh 3,59 persen,” kata Tasdik Ilhamuddin, Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Aceh (Nerwilis) BPS Aceh, dalam keterangan yang disiarkan secara langsung melalui akun YouTube BPS Aceh.

Tasdik menyebutkan, Ekonomi Aceh Triwulan 4 tahun 2021 dibandingkan Triwulan 4 tahun 2020, tumbuh sebesar 7,39 persen, dengan migas dan tumbuh 7,53 persen tanpa migas.

Distribusi terbesar dari pertumbuhan ekonomi Aceh disumbang oleh beberapa sektor, yaitu pertanian/kehutanan/perikanan, perdagangan besae/eceran/reparasi mobil dan sepeda motor serta administrasi pemerintahan/pertahanan dan Jaminan Sosial.

Sementara untuk pertumbuhan tertinggi adalah pada bidang transportasi dan pergudangan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial serta informasi dan komunikasi.

Tasdik menyebutkan jika berdasarkan Kerangka Sampel Area, produksi padi pada triwulan 4 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan 3, karena terjadi pergeseran puncak panen.

“Subsektor peternakan mengalami penurunan dibandingkan triwulan 3, karena pada triwulan tersebut jatuh Hari Raya Qurban,” kata dia.

Tasdik menambahkan, beberapa peningkatan lain berdasarkan statistik, tercatat pada produksi kayu, pertambangan migas, dan pertambangan batu bara.

Ia mengatakan jika industri pengolahan secara umum juga mengalami kenaikan dibandingkan setahun lalu karena aktivitas mulai membaik.

Selain itu, jumlah penerbangan dan penumpang angkutan udara di Aceh juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020.

Pada akhir tahun 2021, bisnis angkutan darat juga meningkat. Sementara data Tingkat Penghunian Kamar pada sektor penyediaan akomodasi mengalami kenaikan signifikan di triwulan 4 ini.

“Di mana mulai banyak acara-acara yang sudah dilakukan di hotel. Hal itu membuat pengunjung hotel meningkat karena mobilitas sudah membaik,” kata Tasdik.