Awas Rem Mobil Overheat Saat Perjalanan, Kenali Penyebab dan Pencegahannya

Perjalanan keluar kota bersama keluarga atau sahabat tentunya menyenangkan. Apalagi jika menyusuri pengunungan dengan pemandangan indah yang menejukkan mata. Tapi jalanan yang penuh tanjakan dan turunan menyimpan potensi bahaya. Salah satu masalah yang kerap timbul di kondisi seperti ini dan turunan adalah rem overheat.

Salah satunya pada kampas rem akibat penggunaan yang terlampau berat sehingga koefisien geseknya menurun drastis dan tidak mampu menahan putaran cakram atau tromol rem. Kampas rem overheat merupakan salah satu penyebab utama rem mobil blong dimana laju mobil tidak bisa dikurangi dan mengakibatkan kecelakaan saat pengemudi tidak mampu mengendalikannya.

Sebab Rem Overheat

Sebelum membahas lebih jauh, panas pada sistem rem disebabkan oleh bergesekannya kampas rem dengan bidang kontak rem seperti cakram atau tromol. Jika panas yang dihasilkan ini melewati batas maksimal dari brake fluid dan kampas rem, otomatis rem akan blong.

Lalu apa penyebabnya? Rem overheat bukan sebuah kejadian tiba-tiba. Kondisi ini disebabkan oleh perilaku pengemudi yang hanya mengandalkan rem utama untuk mengatur kecepatan mobil di jalan menurun. Semua bahan kampas rem memiliki kurva koefisien gesek. Jika titik puncak dari kurva koefisen gesek terlewati, otomatis rem akan blong akibat kehilangan daya cengkeram kampas ke bidang kontak rem.

Padahal, Anda bisa memanfaatkan banyak cara. Salah satunya efek engine brake dengan cara menurunkan rasio gigi transmisi. Meski begitu, masih ada bagian lain dari sistem rem yang dapat terkena panas berlebih atau overheat yakni minyak rem. Adanya udara pada sirkulasi minyak rem bisa menyebabkan terjadinya oksidasi dan menghasilkan uap air yang akan menguap saat panas dan membuat tekanan minyak rem menurun sehingga rem gagal bekerja.

Penyebab lainnya adalah kualitas minyak rem yang buruk karena terpengaruh suhu atau kadaluwarsa, adanya endapan lumpur di dalam sistem rem, karat di perangkat rem berbahan besi sehingga merusak senyawa kimia minyak rem, serta selang dari bahan karet yang getas sudah tidak fleksibel dan pecah saat menerima tekanan berat.

Kandungan air di dalam brake fluid ini disebabkan oleh sifat higroskopis atau kemampuannya dalam menyerap air dari udara – dimana kelebaban udara di Indonesia yang begitu tinggi dengan rata-rata 80%. Wajar jika brake fluid wajib diganti setiap 20.000 km atau setahun sekali, untuk menjaga agar titik didih dari brake fluid tidak terlewati.

Solusi Mencegah Rem Overheat

Tapi tak perlu panik. Ada beberapa cara untuk mencegah rem terlalu panas. Pertama yang bisa dilakukan adalah dari cara memperlakukan rem mobil. Anda diminta untuk tidak menginjak pedal rem kalau tidak dibutuhkan, hindari memaksa hanya mengandalkan rem utama di jalan menurun dan disarankan memanfaatkan engine brake dengan menurunkan posisi gigi transmisi.

Selain itu, rem tidak dapat bekerja optimal saat hujan turun atau jalan basah. Segera turunkan kecepatan mobil ketika melalui jalan yang basah. Sempatkan beristirahat ketika perjalanan jauh, minimal setiap 3 jam sekali untuk memberikan kesempatan pada sistem rem melepaskan panas.

Dari sisi teknis kendaraan, Anda dapat mencegah rem overheat dengan rutin menjalankan servis berkala. Bagi pengguna mobil seperti Toyota bisa dilakukan di bengkel Auto2000. Para teknisi akan melakukan pemeriksaaan menyeluruh sistem pengereman mobil, mulai dari minyak rem hingga komponen lainnya yang berada di kolong mobil dan kerap tidak terpantau oleh pemilik kendaraan. 

Sumber: oto.com

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads