Sukseskan Vaksin Pelajar Agar Belajar Tatap Muka Bisa Segera Dimulai

Disaksikan Sekda Aceh dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, seorang pelajar SMA menerima suntikan vaksin/Humas

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir berdampak serius terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, terutama sektor Pendidikan.

Anak-anak usia sekolah terpaksa dirumahkan karena dikhawatirkan tertular virus yang bisa saja dipicu oleh kerumunan di sekolah.

Dibeberapa daerah misalnya sekolah tetap diperbolehkan dengan system shift, selebihnya belajar dari rumah dengan menggunakan metode daring. Hasilnya proses belajar mengajar menjadi sangat tidak efektif.

Kini, semua pihak mulai merindukan kegiatan belajar mengajar normal kembali, guru mulai merindukan anak didiknya, anak didik mulai merindukan teman-temannya, dan para orang tua mulai mengeluh karena tidak bisa mengajarkan anak-anak mereka secara maksimal di rumah.

Atas dasar berbagai persolan tersebut kemudian pemerintah Aceh menyegerakan vaksinasi pelajar di Aceh, sehingga mereka bisa kembali ke sekolah untuk belajar secara tatap muka sebagaimana keadaan sebelum pandemi. ini terjadi.

“Kita semua tentu ingin proses belajar mengajar bisa berlangsung seperti sediakala. Untuk itu, mari kita sukseskan vaksinasi siswa ini,” kata Sekda Aceh Taqwallah, disela-sela meninjau pelaksanaan vaksinasi di salah satu sekolah di kota Subulussalam beberapa waktu lalu.

Taqwallah mengatakan setidaknya sekitar 577 ribu pelajar di Aceh yang menjadi sasaran vaksinasi dengan target capainya vaksinasi hingga angka 95 persen. Sekda juga membarikan limit waktu kepada para kepala sekolah diseluruh Aceh agar proses vaksinasi pelajar bisa dituntaskan paling lambat pada 30 September 2021. “Saya menggantungkan harapan bagaimana selesai vaksinasi ini sebelum matahari tenggelam tanggal 30 September,” kata Sekda.

Agar target itu bisa dicapai, sekda meminta agar para wali kelas memberikan motivasi bagi para siswa dan wali siswa tentang pentingnya vaksinasi covid-19. “Jangan sampai mendapat jawaban tidak mau (dari siswa), dan jika belum ada jadwal vaksinasi di sekolah saya meminta agar kepala sekolah segera menjumpai kepala Puskesmas,” tambahnya.

Selain itu, Sekda juga meminta para kepala sekolah untuk memberi tanggung jawab kepada wali kelas untuk menjumpai wali murid yang ragu-ragu. Para wali kelas harus meyakinkan para wali murid tentang kenapa harus divaksin, beri motivasi bagi agar nantinya mereka tidak menyesal, karena tidak bisa melangsungkan proses belajar mengajar jika belum tervaksin.

“Jangan buang-buang waktu, usahakan sehari selesai satu sekolah. Jemput bola, jangan menunggu karena waktu tidak banyak. Saat ini perhatian khusus Satgas Penanganan Covid-19 Aceh adalah para siswa, hingga 30 September mendatang. Oleh karena itu, sekali lagi kami sampaikan, bahwa kesuksesan cakupan vaksinasi siswa adalah keaktifan pihak sekolah, terutama para wali kelas,” kata Sekda.

Pada kesempatan itu Taqwallah juga mengimbau pihak sekolah untuk menjelaskan, jika ada orangtua yang ragu-ragu untuk ikut vaksinasi. Karena terpengaruh dengan beredarnya berbagai hoax dan berita palsu terkait vaksinasi.

Taqwallah optimis, melalui kedekatan yang di bangun para wali kelas dengan para siswa dan wali murid akan berdampak baik terhadap kesuksesan pelaksanaan vaksinasi siswa. Setiap daerah memiliki karater kesulitan tersendiri, namun Sekda meminta agar para guru tidak menyerah untuk terus berupaya memberikan pemahaman dan meyakinkan para orang tua terkait vaksinasi aman.

“Tolong jumpai para orangtua yang ragu-ragu, beri pemahaman agar mereka mengerti, dengan demikian cakupan vaksinasi jadi maksimal. Selanjutnya, agar para siswa tenang, para wali kelas dapat mendampingi saat siswa mendapatkan suntikan vaksin,” imbuh Sekda.

Tanggungjawab Kepala sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, mengatakan butuh perhatian semua pihak, mulai dari kacabdin hingga para wali murid untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19 usia sekolah ini. “Sebetulnya adik-adik kita sudah rindu belajar bersama. Namun kalau vaksin belum terlaksana dengan sempurna, akan sulit terlaksana pembelajaran tatap muka ini,” kata Alhudri.

Alhudri mengajak utamanya wali kelas, Komite sekolah dan utamanya bidang kesiswaan di semua sekolah untuk berperan lebih aktif mengajak siswa agar segera divaksin covid-19. Alhudri juga mengultimatum kepala sekolah SMA/SMK dan SLB agar menyegerakan melakukan vaksinasi siswa hingga batas terakhir 30 September 2021.

Apabila hingga batas waktu tersebut vaksinasi tidak mampu disukseskan, maka ia mempersilahkan kepala sekolah tersebut untuk mengundurkan diri. “Ini saya tegaskan kepada kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, jika tidak mampu maka saya persilahkan mundur saja,” kata Alhudri.

Alhudri menuturkan, persoalan vaksin adalah persoalan serius bahkan Presiden Joko Widodo turun ke Aceh secara khusus hanya untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di Aceh. Oleh karena itu, dia menekankan kepada kepala sekolah terutama wali kelas untuk melakukan berbagai upaya agar para siswa mau divaksin, kecuali bagi mereka yang memang tidak diizinkan secara medis.

Dukungan Kapolda

Ditempat terpisah Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ahmad Haydar, menegaskan dukungannya terhadap gerakan vaksinasi siswa dan siswi yang diinisiasi oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan. “Saya sangat mendukung (Disdik Aceh) karena kita tidak bisa bekerja sendiri. TNI, Polri, Pemerintah Aceh, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan semua elemen bangsa harus bersama-sama terlibat dalam memerangi Covid-19,” kata Ahmad Haydar.

Hal itu disampaikan Ahmad Haydar usai mengukuh Duta Vaksin Siswa Aceh Timur di Idi Sport Center (ISC). Adapun siswa yang dikukuhkan sebagai Duta Vaksin adalah Muhammad Asraf, siswa SMP Negeri 1 Idi, Atthia Nafeeza Sinurat, siswa SMP Negeri 1 Idi dan Muhammad Sultan Frumsyah, siswa MAN Insan Cendikia.

Kapolda juga mengapresiasi antusiasme masyarakat dan siswa dalam mensukseskan vaksinasi Covid-19. Ia mengingatkan arti pentingnya membentuk “herd imunity” dalam menekan penyebaran wabah Covid-19.

“Syukur Alhamdulillah, terima kasih atas antusiasme masyarakat dan pelajar dalam rangka menyukseskan gerakan vaksinasi. Ini merupakan langkah untuk menjaga kita, keluarga, lingkungan dan masa depan kita. Insya Allah, kita akan terhindar dari Covid-19,” ujar Kapolda Aceh.

Tanggapan Kepala sekolah dan Siswa

Sejumlah Kepala Sekolah di beberapa daerah di Aceh menyampaikan prestasinya usai 100 persen siswa menyelesaikan suntik vaksin Covid-19.  

Salah satu sekolah yang sudah menyelesaikan vaksinasi covid-19 secara tuntas kepada siswa adalah SMA 1 Pulau Banyak Barat, Kabupaten Simeulue. “Kami senang sekali, bapak di pulau sudah menyelesaikan vaksin 100 persen, kami di darat belum lagi menyelesaikan 100 persen,” kata Sekda.

Selain itu adalah SMK 3 Karang Baru. Kepala sekolah tersebut melaporkan jika pihaknya melaksanakan vaksin perdana pada tanggal 3 September. Pada hari itu vaksinasi terhenti setelah vaksinator menyelesaikan suntikan kepada 200 lebih siswa. “Kebetulan hari itu vaksin habis, dan tanggal 15 September dilanjutkan. Alhamdulillah warga kami sudah 100 persen divaksin, yaitu 453 siswa dan 66 guru,” kata kepala sekolah

Salah seroang siswa SMA Negeri 2 Lhokseumawe Umar Khadafi mengaku sudah menerima vaksin dan ternyata kata dia tidak sakit. Merekapun berharap proses vaksinasi pelajar di Aceh bisa segera diselesaikan dan proses belajar mengajar secara tatap muka disekolah bisa segera dilaksanakan. Iqbal