Teungku Dayah Diajak Sosialisasikan Pentingnya Vaksinasi bagi Santri

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, mengajak para Abu dan Teungku pimpinan dayah di Aceh, untuk mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi para santri.

Ajakan itu tertuang dalam surat imbauan yang diteken Kadis Pendidikan Dayah, Zahrol Fajri, Rabu (22/09/2021).

“Kami mengajak kepada Abu/Teungku/pimpinan dayah untuk mensosialisasi baik kepada santri maupun orang tua/wali terhadap pentingnya vaksinasi Covid-19 dalam rangka mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity),” demikian salah satu poin imbauan itu.

Para Teungku dayah, dapat melakukan pendataan santri yang memenuhi kriteria penerima vaksinasi maupun santri yang ditunda vaksinasi covid-19. Nantinya santri yang akan divaksin terlebih dahulu dilakukan skrining test oleh tenaga medis.

Vaksinasi dapat dilakukan pada Puskesmas terdekat atau Pos Vaksinasi yang disediakan oleh Pemerintah dengan tetap menjaga Protokol Kesehatan yang ketat. “Pimpinan dayah secara berjenjang melakukan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi para dewan guru dan santriwan/santriwati dalam lingkungan dayah masing-masing,” demikian isi dari poin lainnya.

Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat khususnya santri dilakukan untuk menindaklanjuti Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka Penanggulangan pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2020.

Permenkes itu berisikan tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19) yang bertujuan untuk Mengurangi transmisi/penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd imunity), dan melindung: masyarakat dari COVID-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Sosialisasi Vaksin untuk Santri

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh melakukan sosialisasi vaksinasi bagi guru, santri dan wali santri Dayah Madrasah Ulumul Quran (MUQ Pagar Air) Aceh Besar, Kamis (23/9/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri yang diwakili oleh Kepala UPTD dan MUQ Pagar Air, Sahlan M. Dian mengatakan, tujuan sosialisasi adalah sebagai pencerahan terkait vaksinasi. Sehingga santri dan wali santri tidak terprovokasi oleh konten hoaks yang selama ini digelontorkan oknum tak bertanggungjawab, terutama melalui media sosial.

“Santri adalah aset generasi bangsa ke depan. Harapan kita agar dapat memberikan pemahaman dan ilmu terkait dampak positif dari vaksinasi tersebut kepada masyarakat,” kata Sahlan M. Dian.

Dalam sambutannya, Sahlan M. Dian turut memberikan apresiasi dan terima kasih Pemerintah Aceh kepada seluruh santri dalam mensosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat. Apalagi dengan adanya seruan ulama-ulama Aceh soal pentingnya sosialisasi vaksinasi kepada masyarakat.

“Santri harus menjadi penyambung lidah ulama dan santri lainnya bahwa vaksin itu aman, bersih, halal dan sehat,” tegas Sahlan M. Dian.

Sahlan M. Dian lebih lanjut menambahkan, sosialisasi vaksinasi itu hendaknya mampu memberikan pemahaman ilmu serta dampak positif vaksinasi. Apalagi kedatangan Presiden Jokowi ke Aceh untuk melihat proses vaksinasi santri dayah serta masyarakat secara langsung di Aceh.

Menurutnya, Presiden Jokowi terus mengajak warga Indonesia, khususnya Aceh agar terus meningkatkan vaksinasi guna menekan penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah Aceh salah satu provinsi tercepat dalam melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Rais ‘Am Dayah MUQ Pagar Air, Ustadz H. Sualip Khamsin. Menurutnya, sosialisasi dan edukasi yang tepat akan menambah minat masyarakat divaksinasi dan selanjutnya akan mencegah meningkatnya jumlah penularan virus Covid-19. Selain itu, juga mengedukasi pentingnya hidup disiplin berdasarkan protokol kesehatan serta tetap berikhtiar sesuai syariat untuk menjaga kualitas hidup agar tetap sehat di masa pandemi.

Sosialisasi ini, juga turut menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan Aceh Besar dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.