Enam Jembatan Gantung Akan Bebaskan Daerah Terisolir

Pembangunan Jembatan Gantung

Pemerintah Aceh akan menuntaskan pembangunan enam jembatan gantung yang menghubungkan transportasi antar desa di Kabupaten Aceh Tengah pada tahun 2019 ini. Pembangunan dilakukan melalui Dinas PUPR dengan menggunakan dana Otsus.

Hal itu dikatakan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, yang juga Ketua Tim Pengendali dan Percepatan Kegiatan (P2K) pada Jumat (29/11).

Jembatan-jembatan tersebut masing-masing memiliki lebar dua meter sehingga mudah dilalui pejalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua.

Adapun keenam jembatan tersebut yaitu Jembatan Gantung Nasuh Kecamatan Jamat, Jembatan Gantung Pelipen Gajah Kecamatan Linge, Jembatan Gantung Alur Putih Kecamatan Serempingan, Jembatan Gantung Kala Ketol, Jembatan Gantung Antus dan Jembatan Paya Tampu di Kecamatan Pameu.

“Total biaya yang dialokasikan untuk pembangunan 6 jembatan gantung yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah sekitar Rp. 19 miliar yang fungsional di akhir tahun 2019,” ujar Ahmad Dadek.

Sementara itu, kata Dadek, secara keseluruhan terdapat 10 titik jembatan gantung penghubung antar desa di Aceh. Selain enam jembatan yang akan rampung tahun ini di Aceh Tengah, juga terdapat empat jembatan gantung lainnya yang akan dirampungkan tahun 2021.

Dari empat jembatan yang akan dibangun tahun depan itu tiga di antaranya terletak di Aceh Barat dan satu lainnya terletak di Aceh Tengah.

“Akan dialokasikan pembangunanannya pada tahun 2021, sehingga diharapkan pada akhir tahun 2021 Aceh akan bebas dari jembatan kabel yang masih membelenggu keterisoliran masyarakat di Aceh,” kata Ahmad Dadek.