Salam Pembuka Dari Ardhito Pramono Si Solois Old Soul dengan Bakat Melimpah

‘BILA’

Konser Special Isyana yang ditayangkan live di Trans TV tanggal 10 Oktober 2017 menjadi penampilan perdana Ardhito Pramono di televisi nasional. Sembari memainkan grand piano, Ardhito berduet bersama Isyana membawakan single berjudul ‘Sekali Lagi’ milik Isyana. Ardhito menjadi salah satu bintang tamu yang dipilih langsung Isyana Sarasvati saat persiapan acara tersebut.

Terima kasih untuk social media Instagram tempat Ardhito memajang rekaman foto maupun video kegiatan bermusiknya, sedangkan perkenalan Ardhito dengan Isyana terjadi di backstage Java Jazz Festival 2015, kala itu Ardhito bertugas sebagai VJ MTV yang mewawancarai Isyana. “Gue cukup kaget dengan fakta Isyana masih inget gue”, begitu Ardhito bercerita. Singkat cerita, Ardhito Pramono bergabung dengan Sony Music Entertainment Indonesia di akhir tahun 2017.

Memulai Perjalanan dengan “Bila” di Industri Musik Indonesia

Single “Bila” menjadi salam pembuka Ardhito Pramono memulai karir bermusiknya melalui jalur utama industri musik tanah air. Lagu ini menjadi salah satu original soundtrack film Susah Sinyal garapan sutradara Ernest Prakasa. Secara spesifik, lagu “Bila” ditampilkan untuk mendukung scene kesedihan sang pemeran utama yang kehilangan neneknya.

Lagu “Bila” diciptakan sendiri oleh Ardhito, komposisi musik dan liriknya diselesaikan dalam waktu satu malam saja. “Lagu ini cukup special buat gue, I actually put all my heart and soul into that song, karena gue orang yang juga sangat sayang sama nenek gue”, begitu penuturan Ardhito mengenai lagu ini.

Musik Sebagai Panggilan Jiwa

Kilas balik ke masa awal Ardhito Pramono mengenal musik, piano menjadi instrumen utama Ardhito dalam bermusik saat ia duduk di bangku Sekolah Dasar, serta instrumen pertama yang dipelajari secara otodidak dengan bantuan buku bermusik yang beredar umum.
Di Sekolah Menengah, Ardhito mulai menekuni instrument gitar dan membentuk band di masa SMA dengan mengambil posisi vokal dan gitar. Tidak sampai disitu saja, Ardhito sempat terjun ke dunia electronic music, mengikuti sekolah DJ (Disc Jockey) di 1945 bersama DJ Romy dan sempat aktif bermain sebagai DJ di berbagai keriaan
Melanjutkan pendidikan tinggi di Sydney Australia dan sempat bekerja di perusahaan keluarga membuat perhatian Ardhito di dunia musik berkurang. Namun, hal itu tidak berlangsung lama, Ardhito kembali ke panggilan sejati jiwanya yaitu musik saat kembali ke Indonesia.
Perkaya Musik Indonesia dengan Sentuhan Old Soul
Praktis, sebelum bergabung dengan Sony Music Indonesia, 2 EP(Extended Play) digital sempat Ardhito rilis, tampil di berbagai panggung, special showcase untuk penggemar yang selalu mendukung karir musiknya, serta berkolaborasi dengan beberapa musisi dan penyanyi.
Secara genre, Ardhito begitu nyaman bermain di area Jazz, Vocal – Jazz, membuat pemuda yang tahun ini menginjak usia 22 tahun memiliki old souls dan sangat tertarik dengan musik di tahun 30 sampai 50-an. Chet Baker (trumpeter and vocalist), musisi jazz asal Amerika Serikat menjadi panutan musisi yang memberikan pengaruh besar bagi Ardhito dalam bermusik. Sederet nama seperti Sammy Davis Jr, Fred Astire, Miki Matsubara, Mariya Takeuchi juga menjadi musisi favorit dan ada dalam playlist keseharian. Dari dalam negeri, musisi era tahun 50 an bernama Sam Saimun menjadi nama yang sangat penting bagi Ardhito.
Meskipun Ardhito memiliki influence yang terkesan tua dan berat, bukan berarti ia akan melangkah diluar jalur popular. Lagu – lagu ciptaannya tetap berada di tingkat yang mudah dipahami, istilah umumnya easy listening. Lewat skill dan selera musiknya, Ardhito siap memperkaya dan menjadi jembatan yang senantiasa melestarikan karya musik dari masa ke masa.
“Rencana gue adalah bikin lagu yang jauh lebih bagus daripada lagu yang sebelumnya pernah gue bikin, dan gue ingin dilihat sama dengan pendengar gue, gak ingin ada jarak, idealnya bisa saling menyerap dan menginspirasi, gue gak bakat ngartis ☺ “ begitu celoteh Ardhito bercerita tentang dirinya.
“Bila” menjadi langkah awal, tentunya akan banyak sekali karya yang akan kita nikmati dari seorang Ardhito Pramono.