Baitul Mal Aceh Fokus Tiga Program Unggulan Tahun 2018

Plt Kepala Baitul Mal

Baitul Mal Aceh menambahkan tiga program baru dalam pemberdayaan umat tahun ini. Ketiga program tersebut yaitu Bantuan Biaya Pendidikan untuk Anak yang Berkebutuhan Khusus, Gampong Produktif, dan Program Pendampingan Syariah bagi Muallaf.

Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Zamzami Abdulrani, mengatakan penambahan ketiga program merupakan suatu kebutuhan. Seperti biaya pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus ini sangat penting, mengingat biaya dan kebutuhan mereka cukup besar yang harus dikeluarkan keluarganya.

“Bagi keluarga miskin tentu sangat terbeban, oleh karena itu Baitul Mal Aceh harus hadir untuk meringankan beban ekonomi mereka,” kata Zamzami.

Untuk program Biaya Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus tersebut, tahun ini Baitul Mal Aceh merencanakan mengalokasikan anggaran sebesar Rp.420 juta untuk 50 mustahik. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp.700 ribu per bulan selama setahun.

“Karena ini uang zakat, untuk kriteria program ini sudah pasti dari keluarga miskin, berdomisili di Aceh, dan tidak sedang menerima bantuan dalam bentuk yang sama dari pihak lain,” tambahnya.

Kemudia Program Gampong Produktif. Bantuan ini diberikan kepada gampong yang memiliki potensi dan produk usaha mikro masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di gampong tersebut.

Untuk program ini, Baitul Mal Aceh merencanakan menganggarkan dana sebesar Rp.500 juta untuk 10 gampong. Sedangkan untuk pendataan program ini, Baitul Mal Aceh akan berkoordinasi dengan Baitul Mal kabupaten/kota.

“Setelah data diterima, tentu, pihak Baitul Mal Aceh akan memverifikasi ulang kalayakan gampong sesuai kriteria Baitul Mal Aceh,” kata Zamzami lagi.

Sedangkan yang ketiga yaitu program Pendampingan Syariah bagi Muallaf. Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman muallaf terhadap dasar-dasar Dienul Islam, ibadah dan muamalah agar tidak terpengaruh dan kembali kepada keyakinan sebelumnya.

Adapun sasaran program ini yaitu keluarga muallaf yang baru masuk Islam dan berdomisili di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Sedangkan untuk kabupaten/kota lainnya sudah ditangani oleh kabupaten/kota masing-masing.

Selain itu, Baitul Mal Aceh juga memiliki program untuk muallaf seluruh Aceh seperti Beasiswa Penuh untuk tingkat SMP dan SMA, tingkat D3/S1, Bantuan Berkelanjutan, dan Pemberdayaan Ekonomi Muallaf.

Khusus untuk pendampingan syariah ini, Baitul Mal Aceh merencanakan menganggarkan dana zakat sebesar Rp.96 juta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan menggunakan metode pendidikan orang dewasa (andragogi). “Bagi peserta nantinya akan diberikan sertifikat,” tutup Zamzami.