Terbelah, Dua Kubu PSSI Aceh Akan Gelar Kongres

PSSI

Dua versi Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh bakal menggelar kongres, yakni kubu Johar Lin Eng dan Adly Tjalok.

Informasi yang diperoleh wartawan di Banda Aceh, Selasa, Asprov PSSI Aceh versi Pelaksana tugas (Plt) Ketua Johar Lin Eng dan Plt Sekretaris, Sukri yang akan ditunjuk PSSI Pusat akan menggelar kongres 26 Januari 2018 di Banda Aceh.

Sementara versi Asprov PSSI Aceh dengan Adly Tjalok dan Sekretaris Umum Khaidir TM (Pengurus periode selama ini yang berakhir masa bakti 3 Februari 2018) akan menggelar kongres 28 Januari mendatang.

Plt Sekretaris Asprov PSSI Aceh, Sukri menjelaskan kongres tersebut adalah kongres yang membahas, menyusun dan menyosialisasikan tahapan-tahapan untuk pelaksanaan kongres luar biasa, sedangkan kongres luar biasa akan dilaksanakan setelah kongres biasa.

Pada kongres biasa tersebut, katanya, akan dibahas juga mekanisme dan pencalonan Ketua Asprov PSSI Aceh pada kongres luar biasa.

“Saya hanya menjalankan tugas administrasi pelaksanaan kongres,” ujarnya seraya mengaku dirinya sebagai Plt Sekretaris Asprov PSSI Aceh ditunjuk PSSI Pusat.

Dirinya sebagai Plt Sekretaris setelah Ketua Umum PSSI Pusat, Edy Rahmayadi melalui suratnya Nomor: SKEP/79/XII-2017 tanggal 20 Desember 2017, menunjuk Johar Lin Eng (Exco PSSI) sebagai Plt Ketua Asprov PSSI Aceh, untuk memimpin roda organisasi, khususnya dalam melaksanakan kongres memilih ketua umum baru.

“Dasar itulah kita bergerak untuk melaksanakan kongres,” sebutnya.

Menghadapi kongres, pihaknya sudah mengundang seluruh asosiasi kabupaten/kota (Askab/Askot) PSSI di 23 kabupaten/kota di Aceh dan klub-klub anggota Asprov PSSI Aceh yang memiliki hak suara dalam kongres..

“Kita menunggu hingga 25 Januari bagi 23 Askab/Askot PSSI dan klub mendaftar sebagai peserta kongres,” jelasnya seraya mengatakan selain dihadiri PSSI Pusat, pihaknya juga mengundang KONI Aceh.

Ia juga membenarkan bahwa PSSI Pusat telah melayangkan surat kepada KONI Aceh tentang pemberitahuan dan penegasan tentang Asprov PSSI Aceh yang dipimpin oleh Plt Johar Lin Eng (Komite Eksekutif PSSI) sebagaimana diputuskan melalui SK PSSI Nomor: SKEP/79/XII/2017 merupakan pengurus yang sah dan diakui oleh PSSI Pusat

Secara terpisah Sekretaris Umum Asprov PSSI Aceh periode selama ini akan berakhir masa bakti 3 Februari, Khaidir TM yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu kalau ada kongres biasa, 25 Januari mendatang dan termasuk surat dari PSSI Pusat belum ada yang masuk, setelah yang pertama dulu tentang penundaan kongres.

Ia mengaku belum mengetahui adanya surat dari PSSI Pusat tertanggal 18 Januari 2018 yang ditujukan kepada KONI Aceh tentang pemberitahuan dan penegasan bahwa Asprov PSSI Aceh yang dipimpin oleh Plt Johar Lin Eng (Komite Eksekutif PSSI) sebagaimana diputuskan melalui SK PSSI Nomor: SKEP/79/XII/2017 merupakan pengurus yang sah dan diakui oleh PSSI Pusat.

“Saya tidak tahu nanti saya cek ke KONI Aceh,” ujarnya.

Sebelumnya Khadir menyatakan kongres akan dilaksanakan 28 Januari, setelah mengalami penundaan dari jadwal semula 19 Desember 2017.

Sebagaimana diketahui penundaan jadwal kongres sudah disetujui oleh Sekjen PSSI Pusat, Ratu Tisha Destria sesuai dengan surat pada 23 November 2017. Dalam pertemuan di Jakarta saat itu, Ratu Tisha bersama Wakil Ketua Umum PSSI Pusat, Joko Driyono, merestui jadwal baru pada 28 Januari 2018.

Ia menyebutkan panitia dari Asprov PSSI Aceh akan melaksanakan kongres 28 Januari. “Versi kita, Ketua Asprov PSSI Aceh masih tetap Adly Tjalok,” katanya.

Khaidir mengungkapkan sebelumnya sudah dua calon ketua yang mendaftar yaitu Adly Tjalok (Ketua Asprov PSSI Aceh saat ini) dan Zaini Yusuf. Sedangkan Wakil ketua satu calon yaitu Nazir Adam Ketua Askab PSSI Pidie dan Exco sudah 12 calon diantaranya terdapat ketua Askab/Askot PSSI kabupaten/kota di Aceh.

Dalam kongres nanti, jelasnya sebanyak 44 peserta terdiri dari Askab/Askot dan klub memiliki hak suara. Kongres akan dihadiri PSSI Pusat, Badan Abitrase Olahraga Republik Indonesia (Baori) dan KONI.

Sementara itu, Zaini Yusuf Ketua Aceh United Football Club sudah menarik pencalonannya dan akan mencalon diri pada tahapan kongres yang legal yang akan dilaksanakan oleh pelaksana tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Aceh.

Seperti diketahui sebelumnya sesuai permintaan dari 33 Askab/Askot dan Klub secara tegas meminta Asprov PSSI Aceh melanjutkan Kongres.

Hal ini karena kepengurusan PSSI Aceh baru berakhir pada 3 Februari 2018 mendatang dan menolak Plt Asprov PSSI Aceh.

Sebelumnya Ketua Umum PSSI Pusat, Edy Rahmayadi melalui suratnya Nomor: SKEP/79/XII-2017 tanggal 20 Desember 2017, menunjuk Johar Lin Eng (Exco PSSI) sebagai Plt Ketua Asprov Aceh, untuk memimpin roda organisasi, khususnya dalam melaksanakan kongres memilih ketua umum baru.

Terkait surat pemberitahuan PSSI Pusat, Komite Olahraga Nasional (KONI) Aceh sebagai induk cabang-cabang olahraga di Provinsi Aceh mengikuti keputusan PSSI Pusat tersebut.

Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar ketika dihubungi menyatakan KONI Aceh sudah menerima surat dari PSSI Pusat tentang pemberitahuan dan penegasan bahwa Asprov PSSI Aceh yang dipimpin oleh Plt. Johar Lin Eng (Komite Eksekutif PSSI) sebagaimana diputuskan melalui SK PSSI nomor: SKEP/79/XII/2017 merupakan pengurus yang sah dan diakui oleh PSSI Pusat.

“Kita sudah terima surat dari PSSI Pusat dan kita lihat dulu nanti,” ketika ditanya sikap KONI Aceh.

Disinggung persoalan dan status kepemimpin serta kepengurusan Asprov PSSI Aceh saat ini, Kamaruddin Abu Bakar yang akrab disapa Abu Razak menyatakan itu soal internal PSSI, bisa diselesaikan Asprov PSSI Aceh dengan induknya PSSI Pusat.

Ditanya soal penunjukkan Johar Lin Eng sebagai Plt. Asprov PSSI Aceh oleh PSSI Pusat, katanya mungkin itu begitu proseduralnya di PSSI.

Sekretaris Umum KONI Aceh, Muhammad Nasir menambahkan bahwa surat PSSI Pusat tersebut sudah dibahas dalam rapat pengurus harian KONI Aceh, intinya KONI Aceh mengikutinya, karena itu suatu keputusan legal formal (memiliki kekuatan) dari PSSI Pusat terhadap penunjukkan Plt. Johar Lin Eng Asprov PSSI Aceh serta pengurus yang sah dan diakui.

Degan keputusan itu, tentunya pengurus sebelumnya demisoner.

“Kita tidak ingin masuk jauh soal itu. Bahkan kita punya keinginan bisa memediasi persoalan Asprov PSSI Aceh dua versi tersebut dengan PSSI Pusat,” katanya.

Ia berharap persoalan tersebut bisa diselesaikan dengan baik, jangan ribut-ribut. Asprov PSSI Aceh bisa berkonsultasi dengan induknya PSSI pusat.

“Kita ingin PSSI Aceh nantinya bisa mempersiapkan tim sepakbola dengan baik, sehingga bisa lolos PON XX/2020 di Papua,” katanya. ANTARA