Banda Aceh dan Jepang Jalin Kerja Sama di Bidang Pendidikan

Pemko MoU dengan Jepang

Pemerintah Kota Banda Aceh dan Artline Shachihata -perusahaan alat tulis kantor dan sekolah- asal Nagoya, Jepang, bersepakat untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan.

Beberapa program yang dikerjasamakan yakni peningkatan kapasitas pelajar dan guru, pemberian beasiswa, dan pelatihan bahasa Jepang.

Komitmen kerja sama kedua belah pihak ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin dengan Presdir Armando Murni (Artline Indonesia) Aruwan Soenardi, dan disaksikan langsung oleh GM Artline Shachihata Masaaki Okuno, Selasa (16/1/2018) di Balai Kota Banda Aceh.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Zainal Arifin menyampaikan apresiasi kepada Artline Shachihata atas Penandatangan MoU kerja sama antara Artline Indonesia dengan Pemko Banda Aceh.

“Kami menyambut baik program ini, karena dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kota Banda Aceh, khususnya generasi muda. Oleh karenanya, kami mengharapkan program ini hendaknya dapat cepat terealisasi,” harapnya.

Pria yang akrab disapa Cek Zainal ini menuturkan, saat bencana gempa dan tsunami 2004 dan pada masa konflik selama puluhan tahun, Banda Aceh dan Aceh pada umumnya kehilangan banyak sekali tokoh-tokoh pendidikan.

“Maka kegiatan ini merupakan suatu karunia besar bagi masyarakat Banda Aceh, karena kami menyadari sepenuhnya bahwa hanya dengan pendidikan kami bisa mewujudkan kondisi yang jauh lebih baik ke depan. Kami memberikan penghargaan yang luar biasa kepada Artline Shachihata yang telah menggagas program ini.”

Ia juga mengungkapkan rencana pihaknya untuk mengembangkan program “Gampong Bahasa” di Banda Aceh yang akan fokus pada pembelajaran bahasa Arab, Inggris, Jepang, dan Cina mengingat keempat bahasa tersebut merupakan bahasa yang paling berpengaruh dan paling banyak digunakan di dunia.

“Kami memandang penting bagi generasi muda Banda Aceh untuk memiliki kemampuan berbahasa asing, sebagai salah satu syarat untuk bersaing dengan negara-negara lain di dunia. Mudah-mudahan dengan bantuan dari Jepang ini, kota kami akan lebih maju pada masa mendatang dan bisa sejajar dengan kota-kota hebat lainnya di dunia,” katanya seraya mengharapkan ke depan akan semakin banyak kerja sama yang terjalin antara kedua belah pihak.

Di tempat yang sama, GM Artline Shachihata Masaaki Okuno mengatakan, berangkat dari persamaan nasib kedua kawasan yang pernah luluh lantak akibat bencana alam dan konflik bersenjata, pihaknya ingin mengajak masyarakat Aceh untuk bersama-sama meningkatkan level pendidikannya.

“‎Saya percaya masyarakat Aceh memiliki semangat yang tinggi untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Saya yakin suatu saat nanti Aceh khususnya Banda Aceh dapat menyamakan diri dengan kondisi Nagoya yang lebih dahulu bangkit pasca perang maupun bencana alam,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya hadir ke Banda Aceh untuk membantu semangat anak-anak usia sekolah untuk belajar dan meningkatkan pendidikannya.

“Kami tidak akan bekerja setengah-setengah, kami akan berikan yang terbaik dan segenap kemampuan untuk masa depan pendidikan anak-anak kita,” pungkasnya seraya mengharapkan dukungan penuh dari seluruh stakeholder terkait untuk menyukseskan program bertajuk “Artline Kajadeh Aceh Carong” tersebut.