Penerbangan Penuh, Peserta Penas KTNA Tempuh Jalur Darat

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pusat Winarno Thohir menyebutkan para peserta kegiatan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke XV di provinsi Aceh sudah mulai berdatangan terhitung sejak tanggal 1 Mei 2017 lalu.

Hal demikian disampaikan Winarno pada kegiatan Rembug utama KTNA di Anjong Mon Mata  komplek Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (03/05).

Winarno mengatakan akses ke Aceh dengan jumlah yang mencapai 35 ribu dan jumlah penerbangan yang tidak mencukupi membuat sejumlah delegasi harus menempuh jalur darat setelah turun di bandara Kuala Namu, Medan.

“Banyak yang turun di Kuala Namu, dan melanjutkan perjalanan darat ke Aceh, dan kita juga sudah siapkan tempat-tempat istrahat dibeberapa titik,”ujarnya.

Winarno menambahkan, untuk transportasi lokal sudah disanggupi oleh Pemerintah daerah dengan menyiapkan rute-rute baru bus Transkutaraja selama pelaksanaan Penas KTNA.

Sementara itu Ketua KTN Aceh Zakaria Affan mengatakan saat ini persiapan Penas KTNA ke XV yang dipusatkan di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh sudah mencapai 98 persen, sisanya akan dikebut dalam tiga hari kedepan.

Menurut Zakaria, pihak panitia juga berkoordinasi dengan maskapai agar menambah penerbangan ke Aceh sehingga seluruh peserta bisa terangkut dalam beberapa hari kedepan.

“Tamu dalam dua hari ini sudah mulai berdatangan ke Aceh dan ini terus datang secara berangsur-angsur siang dalam malam, kalau yang dari sumatera umumnya menempuh perjalanan darat,”ujarnya.

Sedangkan untuk penampungan menurutnya saat ini sudah tidak ada kendala, bahkan panitia siap menampung jika peserta mencapai 50 ribu orang.

Menanggapi hal itu Sekda Aceh Dermawan mengatakan provinsi Aceh yang terletak diujung paling barat Indonesia merupakan salah satu daerah tujuan, bukan tempat transit, sehingga jumlah penerbangannya pun terbatas, meskipun selama Penas KTNA ada penambahan jam terbang pesawat.

Namun kata Dermawan, delegasi dari luar Aceh bisa melakukan beberapa alternative seperti terbang melalui Penang atau Kuala Lumpur. “Dari awal kami masyarakat Aceh meminta maaf kepada bapak ibu sekalian, mana tau ada pelayanan yang kurang disana-sini nantinya, kami mohon diperbanyak maaf, semoga kegiatan kita berlangsung sukses dari pembukaan sampai penutupan,”ujarnya dihadapan ratusan peserta perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam amanatnya yang dibacakan Sekda Aceh Dermawan menyebutkan bahwasanya sebagai daerah yang mengandalkan sektor pertanian dan perikanan, Pemerintah Aceh sangat mengharapkan dukungan KTNA untuk dapat melakukan pembinaan bagi petani dan nelayan di daerah ini.