BKN Aceh Lakukan Operasi Bibir Sumbing

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kantor Regional XIII BKN Banda Aceh akan melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing pada  tanggal  5-6 Mai 2017 di Kota Subulussalam.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kantor Regional XIII BKN Banda Aceh, Pemkot Subulussalam, PT. Taspen (Persero) Cabang banda Aceh  dan Yayasan Smail Train Perwakilan Aceh.

Kepala Kantor Regional XIII BKN Banda Aceh Makmur Ibrahim, SH. M.Hum, menjelaskan bahwa Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing yang dirangkaikan dengan HUT BKN kali ini sebagai ikhtiar pihaknya untuk memberikan nilai lebih dari sebuat prosesi ulang tahun yang biasanya dilaksanakan hanya dengan upacara bendera.

“Biasanya  HUT sebuah instansi itu dilaksankan dengan upacara bendera, tapi untuk HUT ke-69 BKN kali ini kita akan carikan nilai lebih dalam bentuk konstribusi  rehabilitasi bagi penderita bibir sumbing”, jelas Makmur.

Menurut Makmur dengan kegiatan social seperti ini, pihak penerima manfaat akan merasakan nilai lebih. Menurut informasi, tambah Makmur, biaya operasi bibir sumbing untuk satu orang tanpa kerusakan langit-langit bias mencapai Rp.14.000.000.

Biaya sebesar itu tentu bukan biaya yang ringan untuk setiap keluarga penderita di Aceh. Apalagi untuk biaya operasi bibir sumbing ini pihak BPJS tidak menyediakan pdertanggungan, karena bibir sumbing dianggap bukan penyakit tetapi bawaan lahir. Yang ditanggung BPJS hanya perawatan paska operasi.

“Dengan investasi biaya operasi sebersar itu, kami yakin bakti social dalam rangka HUT BKN ini akan sangat meringankan beban keluarga penderita”, kata Makmur.

Lebih lanjut Makmur juga menjelaskan pihaknya memilih Kota Subulussalam sebagai lokasi Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing ini karena berdasarkan informasi yang dikumpulnya bahwa wilayah Barat-Selatan Aceh tersebut termasuk wilayah yang  jumlah penderita bibir sumbing lumayan banyak dan selama ini jarang tertangani lewat berbagai bakti sosial yang ada.

“Nantinya yang yang menjadi peserta operasi bibir Sumbing bukan hanya dari Kota Subulussalam, tetapi juga dari wilayah Singkil dan Aceh Sealatan”, tegas Makmur.

Makmur juga menjelaskan untuk tahun ini direncanakan peserta operasi bibir sumbing tersebut berjumlah lima puluh orang.