Mensos : Tagana Harus Hadir Dilokasi Satu Jam Pasca Bencana

0
61

Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa yang bertindak sebagai Inspektur Apel Siaga mengajak Tagana selalu berada di lini depan dalam melayani korban bencana, dan lebih awal berada di lokasi usai bencana terjadi.

Hal itu disampaikan Menteri Sosial pada acara puncak Apel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Nasional tahun 2015, yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Jum’at, (29/5) malam.

“Kalau Wakil Presiden menyebut enam jam setelah bencana PMI ada di lokasi, tiga jam setelah bencana BNPB ada di lokasi. Maka saya mohon satu jam setelah bencana Tagana harus ada di lokasi,” ujar Khofifah. Secara nasional, sebut Mensos, jumlah Tagana saat ini mencapai 27.654 personel.

Personil Tagana juga diingatkan untuk saling bersinergi dan bekerjasama dengan instansi lain dalam menanggulangi bencana, dan memahami hak korban bencana. Dinsos di tiap provinsi, kabupaten maupun kota diminta menjadi pembina Tagana dengan memberdayakan, mengatur dan menfasilitasi relawan itu agar keberadaan mereka lebih efektif di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial juga mengungkapkan alasan dipilihnya Aceh sebagai tuan rumah Baksos dan Apel Tagana Nasional tahun ini, karena selain provinsi itu dinilai lebih siap dalam menghadapi bencana, Aceh juga memiliki sejarah Tsunami yang hikmahnya kini menyadarkan bangsa Indonesia akan pentingnya membangun system penanggulangan bencana, hingga lahirnya UU Kebencanaan. “Bahkan beberapa negara lain juga belajar penanggulangan bencana dari penanganan tsunami Aceh,” sebut Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyeru Taruna Siaga Bencana (Tagana)untuk terus memperkuat sosialisasi tentang potensi kebencanaan, sehingga masyarakat Aceh memperoleh pengetahuan tentang penanggulangan bencana. Untuk  memperkuat sosialisasi kebencanaan di tengah-tengah masyarakat, Gubernur juga menghimbaupara Bupati dan Walikota di seluruh Aceh agar bisa aktif menggerakkan kegiatan Tagana di wilayah masing-masing.

“Aceh termasuk salah satu wilayah yang cukup rawan dengan bencana. Untuk bisa menghadapi ancaman itu, seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam kegiatan penanggulangan demi keselamatan diri, keluarga, maupun lingkungannya. Tagana juga harus pro aktif melakukan sosialisasi,” kata Zaini Abdullah.

Sementara itu di sela menutup Apel, Khofifah ikut melantik Gubernur Aceh dan Bupati/Wali Kota se-Aceh sebagai pembina Tagana di daerahnya masing-masing. Selain itu Mensos juga menyerahkan sejumlah bantuan seperti kendaraan Rescue Tactical Unit kepada Dinsos Aceh Singkil. Mensos juga membantu kendaraan lapangan (dapur umum) untuk Dinsos Aceh, Kota Banda Aceh dan Pemkab Nara Raya.

Selain itu, juga Mensos juga menyalurkan bantuan 90 unit kaki palsu, dan bantuan tali asih untuk 15 Tagana masing-masing Rp5 juta.

Kegiatan Bhakti Sosial dan Apel Tagana Nasional ini telah berlangsung sejak 27 lalu, diawali dengan acara pembukaan yang berlangsung di Lapangan Rindam Iskandar Muda, Mata Ie Aceh Besar.

Sebelumnya, Bhakti Sosial dan Apel Siaga Bencana Tagana Nasional di isi kegiatan “Tagana Goes to School”, pembersihan sarana ibadah, pengukuran kaki palsu dan kacamata untuk kaum disabilitas, Tagana Saweu Gampong serta sosialisasi pengurangan resiko bencana. Selain itu juga telah dilakukan Donor Darah yang berhasil mengumpulkan 93 kantung darah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.