Tindak Tegas Perambah Tahura, Dinas Kehutanan Sita 11 Sinso

Husaini Syamaun

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kehutanan Aceh meminta masyarakat dikawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Seulawah Aceh Besar untuk menghentikan perambahan hutan. Dinas kehutanan akan menjadikan lahan Tahura yang sudah terlanjur ditebang untuk ditanami kembali dengan pohon-pohon seperti durian dan apokat.

Hal demikian dikatakan Kepala Dinas Kehutanan Aceh Husaini Syamaun pada konfrensi pers di Ruang Biro Humas pemerintah Aceh, Selasa (16/09).

Husaini mengatakan pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan pihak terkait seperti Camat, Keuchik dan Imum Mukim dikawasan Tahura. Semuanya sepakat untuk menghentikan penebangan hutan.

Diakuinya, pemerintah akan menindak tegas jika kembali menemukan ada pihak yang melakukan penebangan hutan dikawasan itu, sejauh ini diakui Husaini pihaknya sudah melakukan penyitaan terhadap 11 unit sinso dari tangan masyarakat karena didapati melakukan penebangan hutan dikawasan Tahura.

Husaini menyebutkan sejauh ini telah disepakati kawasan itu akan dijadikan centra apokat, mengingat banyaknya kebutuhan apokat di provinsi Aceh yang belum mampu dipenuhi.

”Kami sudah komitmen karena tidak semua masyarakat patuh, kalau masih menebang maka orangnya memang belum kami tahan, tapi sinsonya kita ambiul, sekarang kalau tidak salah sudah 11 sinso yang kita sita dan sekarang ada di dinas kehutanan”lanjutnya.

Husaini menambahkan hutan Tahura Seulawah luasnya mencapai 6300 hektar, pihaknya memprediksikan hutan Tahura yang sudah dirambah tidak kurang dari 500 hektar khususnya disepanjang jalan Banda Aceh-Medan.

Husaini menyebutkan perambahan hutan Tahura tidak hanya dilakukan oleh masyarakat setempat, akan tetapi juga pendatang dari beberapa daerah di Aceh khususnya pasca damai. Selain itu sejumlah lahan dalam kawasan Tahura telah dimiliki sertifikatnya oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu Husaini merincikan luas kawasan hutan Aceh bedasarkan Kepmenhut tahun 2013 yaitu 3,5 juta hektar (62,75 persen), yang terdiri dari hutan konservasi seluas 1 juta hektar , hutan lindung seluas 1,7 juta hektar dan hutan produksi 714 ribu hektar.