Gubernur Aceh Periode 2017-2022 Sudah tertulis Di Lauhul Mahfudz

Deklarasi Pilkada Damai/IQBAL

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menyelenggarakan deklarasi Pilkada berintegritas dan damai pemilihan gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2017-2022.

Deklarasi berlangsung di Mapolda Aceh, Kamis (10/11), dihadiri oleh Plt Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, DPR Aceh, para kandidat dan Timses dari keenam pasangan calon.

Naskah deklarasi dibacakan oleh keenam pasangan calon yang dipandu oleh komisioner KIP Aceh Robby Saputra, serta diakhir dengan pelepasan burung merpati sebagai symbol Pilkada damai.

Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi mengatakan deklarasi tersebut bukan hanya keinginan dari KIP Aceh semata, melainkan hasil koordinasi dengan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkompimda) Aceh.

Ridwan menyebutkan, baik KIP Aceh, Panwaslih Aceh, TNI/Polri serta Pemerintah Aceh, menginginkan jalannya kampanye pilkada diseluruh kabupaten/kota di Aceh berlangsung secara aman dan damai.

Ia mengingatkan semua calon dan Timses bahwasanya gubernur Aceh periode 2017-2022 sudah tertulis di lauhul mahfudz. Sedangkan Pilkada adalah kompetisi untuk brusaha memberikan kewenangan kepada rakyat Aceh memberikan pilihannya, sehingga gubernur Aceh adalah gubernur yang dipilih oleh rakyat Aceh.

“Agama kita mengajarkan bahwa Allah sudah menentukan siapa gubernur periode 2017-2022, sudah tertulis di lauhul mahfudz makanya siapapun yang terpilih kami harap agar didukung sama-sama dalam rangka menuwujudkan kesejahtraan rakyat Aceh,,”ujarnya.

Ridwan menambahkan, semangat kampanye damai harus diteruskan oleh kandidat dan tim sukses hingga ketingkat paling bawah.

Sementara itu, Calon Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan untuk mewujudkan Pilkada damai, harus dilakukan dengan penegakan hukum secara tegas.

Calon gubernur Aceh lainnya Abdullah Puteh mengatakan, Pilkada damai terwujud dengan memberikan hak secara adil bagi semua pihak untuk menyalurkan suaranya pada Pilkada Aceh nanti.

Abdullah Puteh mengaku dari awal sudah komit untuk dapat melakukan kampanye tanpa ada unsur paksaan, guna menjaga kedamaian di masyarakat, oleh sebab itu ia meminta KIP dan Panwaslih untuk berdiri secara independen.