Hingga memasuki akhir Juli 2015, realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2015 ternyata masih sangat rendah, yaitu baru 32,50 persen. Gubernur Zaini Abdullah pun merasa kecewa terhadap kinerja para Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang lamban dalam merealisasikan anggaran pembangunan.
“Perlu saya ingatkan, agar daya serap APBA harus dipacu apalagi kini sudah memasuki triwulan III tahun anggaran 2015. Saya sangat kecewa realisasi anggaran baru sekitar 32,50 persen per 15 Juli 2015,” kata Gubernur Zaini Abdullah saat memimpin apel perdana masuk kerja PNS usai libur Idulfitri 1436 H di halaman depan kantor gubernur setempat, Rabu (22/7) pagi.
Untuk itu, Zaini meminta kepada seluruh kepala SKPA agar segera mengambil langkah-langkah untuk percepatan realisasi anggaran pada SKPA masing-masing. “Di samping itu, saya juga meminta setiap SKPA menyusun laporan yang komprehensif tentang kinerja lembaga masing-masing sejak tahun 2012 hingga Juli 2015 ini untuk menjadi evaluasi terhadap kinerja pemerintahan Zaini Abdullah – Muzakir Manaf (Zikir) selama tiga tahun kepemimpinan kami,” tegasnya.
Dia juga meminta para pimpinan SKPA seperti kepala dinas, badan/lembaga mempublikasikan pencapaian kinerja masing-masing SKPA agar diketahui oleh masyarakat secara luas dan diharapkan berkoordinasi dengan Biro Humas Setda Aceh.
Dalam rangka memperingati 10 Tahun Perjanjian Damai Aceh dan penandatanganan MoU Helsinki, Zaini minta seluruh kepala SKPA agar dapat mengerahkan segenap potensi dan daya upaya untuk menyukseskan acara ini.
“Ini harus menjadi perhatian saudara agar segera ditindaklanjuti. Pesan saya kepada seluruh pegawai di jajaran Pemerintah Aceh, agar meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, tulus dan ikhlas demi pencapaian kinerja yang terbaik. Dalam hal ini perlu saya tegaskan, peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh sangat bergantung pada kinerja saudara-saudara sekalian,” sebutnya.
Karenanya, jangan sia-siakan amanah ini. Jadilah aparatur yang ikhlas, berkualitas dan berintegritas serta selalu menjaga diri agar terhindar dari perbuatan tercela.
“Mari kita membangun kekompakan dan menjadi tim yang solid. Kalau kita solid, “ureung me hana terasa geuhon, ureung kalon meu ie mata”. Mari kita buktikan, bahwa kita adalah team work terbaik untuk melayani rakyat Aceh,” jelasnya. (analisa)


