Regional CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh, Imsak Ramadhan menegaskan komitmen BSI untuk terus menjalankan praktik perbankan syariah secara istiqamah dengan mengedepankan prinsip-prinsip syariah dalam setiap layanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Imsak Ramadhan saat memberikan sambutan pada kegiatan Kajian Ramadhan: Sosialisasi Keuangan Syariah untuk Insan Pers yang digelar usai salat Zuhur di Masjid Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Senin (16/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Imsak juga memaparkan perkembangan BSI yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Secara nasional, BSI mencatat total aset mencapai sekitar Rp456 triliun pada akhir 2025 dengan pertumbuhan di atas rata-rata industri perbankan nasional.
Sementara di Aceh, aset BSI telah mencapai sekitar Rp24 triliun dan terus bertumbuh seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.
Menurut Imsak, capaian tersebut menjadikan BSI sebagai salah satu bank kebanggaan Indonesia yang kini telah masuk dalam jajaran enam besar bank terbaik di Tanah Air.
Imsak menilai bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat ukhuwah sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.
Imsak berharap nilai-nilai keagamaan dan syariat dapat semakin mempererat silaturahmi antara BSI dan insan pers.
“Kami sangat berterima kasih atas sinergi dan kerja sama insan pers yang terus membantu menyebarkan informasi positif tentang BSI kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, penceramah dalam kegiatan tersebut, Tgk Mursalin Basyah menyoroti masih terbatasnya pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan syariah.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan media memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat agar lebih cakap dalam mengelola keuangan berbasis syariah.
Tgk Mursalin menilai kontribusi wartawan dalam menyebarkan pesan-pesan kebaikan melalui tulisan memiliki dampak yang sangat luas dan berkelanjutan.
“Kalau dibandingkan penceramah dengan wartawan, pahala wartawan bisa lebih besar karena narasi dakwahnya menyebar lebih luas di platform digital,” ujarnya.
Tgk Mursalin menjelaskan ruang dakwah seorang dai sering kali terbatas pada mimbar masjid atau meunasah, sementara media memiliki jangkauan yang jauh lebih luas dan mampu menembus berbagai lapisan masyarakat. Tgk Mursalin mengajak para wartawan untuk memanfaatkan profesi jurnalistik sebagai sarana dakwah melalui tulisan dan pemberitaan yang membangun.
Menurutnya, menyebarkan informasi yang baik dan bermanfaat kepada masyarakat dapat menjadi amal yang pahalanya terus mengalir.


