Renovasi meunasah di sejumlah desa di Aceh melalui program CSR Indosat Ooredoo Hutchison tidak hanya memperbaiki sarana ibadah, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi meunasah sebagai pusat aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat. Program ini dijalankan melalui inisiatif “Indosat Berkah Ramadan – Surau Kita Berdaya.”
EVP-Head of Circle Sumatera Agus Sulistio mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat fungsi meunasah sebagai ruang ibadah sekaligus tempat berkumpul warga.
“Program ini bukan hanya sekadar bantuan, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami melakukan renovasi surau atau meunasah yang terdampak serta melengkapi fasilitas ibadah seperti Al-Qur’an dan perlengkapan lainnya agar tempat ibadah menjadi lebih layak” kata Agus.
Program ini secara nasional menjangkau 19 surau, dengan 13 di antaranya berada di Aceh. Lokasinya tersebar di sejumlah wilayah, antara lain di Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah. Seluruh proses renovasi ditargetkan selesai selama bulan Ramadan.
Menurut Agus, perbaikan dilakukan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan di masing-masing lokasi. Renovasi mencakup pengecatan bangunan, perbaikan fasilitas seperti tempat wudhu, penggantian karpet, hingga penyediaan perlengkapan ibadah.
Dengan perbaikan tersebut, diharapkan meunasah dapat kembali menjadi ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk beribadah dan melakukan aktivitas sosial.
“Harapannya masyarakat dapat beribadah dengan lebih lancar dan menjadikan tempat ini sebagai ruang berkumpul yang produktif bagi komunitas” ujarnya.
Kepala Desa Meunasah Blang Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aprizal, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan melalui program tersebut. Ia mengatakan kondisi meunasah di desanya sebelumnya sempat terdampak banjir.
“Sebelum direnovasi, air dan lumpur sempat masuk ke dalam meunasah hingga sekitar 50 sentimeter. Banyak perlengkapan ibadah seperti sajadah rusak, bahkan peralatan audio juga tidak bisa digunakan lagi” kata Aprizal.
Melalui program tersebut, meunasah mendapatkan pengecatan ulang, perbaikan tempat wudhu, serta bantuan perlengkapan ibadah seperti sajadah, mukena, sarung, Al-Qur’an, dan buku Iqra. Selain itu, kegiatan buka puasa bersama juga digelar bagi masyarakat setempat.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Meunasah Kulam, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Burhanuddin. Ia mengatakan meunasah di desanya selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.


