ACEH BESAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi LT 31 Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menghidupkan kembali Perpustakaan Darul Ilmi di Desa Jruek Balee, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Upaya tersebut ditandai dengan peresmian kembali perpustakaan yang dilanjutkan dengan kegiatan kunjungan literasi bersama siswa MIN 23 Aceh Besar, Jumat (24/7/2026).
Peresmian dilakukan melalui pemotongan pita oleh pengurus perpustakaan sebagai simbol dimulainya kembali aktivitas literasi di ruang baca tersebut. Program ini menjadi salah satu fokus utama KKN Tematik Literasi LT 31 USK dalam mendukung pengembangan perpustakaan desa sebagai pusat belajar yang nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua KKN Tematik Literasi LT 31 USK, Naufal Abrar Lubis, mengatakan sebelum dilakukan pembenahan, aktivitas perpustakaan belum berjalan optimal, karena itu mahasiswa melakukan penataan ulang ruang, inventarisasi dan penginputan koleksi buku, penataan rak, hingga penghiasan ruangan agar lebih menarik dan nyaman bagi pengunjung.
“Perpustakaan adalah tempat belajar dan menimba ilmu. Kami berharap anak-anak dapat memanfaatkan perpustakaan ini untuk terus belajar dan menambah pengetahuan,” kata Naufal.
Selain memperbaiki fasilitas, mahasiswa juga menghadirkan berbagai program literasi seperti membaca bersama, membaca nyaring (read aloud), storytelling, permainan edukatif, lomba mewarnai, membaca puisi, hingga kegiatan ecoprint. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
Usai pembenahan, mahasiswa KKN mengajak siswa MIN 23 Aceh Besar berkunjung ke Perpustakaan Darul Ilmi. Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan koleksi buku, ruang baca, serta fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi membaca nyaring yang dipandu mahasiswa KKN dan mendapat sambutan antusias dari para siswa.
Pengurus Perpustakaan Darul Ilmi, Raiyana Putri, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN yang dinilai berhasil menghidupkan kembali aktivitas perpustakaan desa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya memperbaiki kondisi fisik perpustakaan, tetapi juga meningkatkan minat anak-anak untuk berkunjung dan membaca.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN. Sebelumnya perpustakaan kurang aktif, tetapi sekarang anak-anak semakin senang datang dan memanfaatkan perpustakaan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan guru pendamping MIN 23 Aceh Besar, Nur Asni, S.Pd.I. Ia menilai kegiatan kunjungan literasi memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membantu menumbuhkan minat baca siswa sejak dini.
“Kami sangat bangga karena melalui kegiatan ini anak-anak semakin mengenal dan memanfaatkan Perpustakaan Darul Ilmi yang ada di meunasah,” katanya.
Naufal menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program literasi yang dijalankan selama KKN sangat positif. Anak-anak aktif mengikuti berbagai kegiatan, sementara para orang tua turut memberikan dukungan dengan mendorong anak-anak memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar. Naufal berharap berbagai pembenahan dan program yang telah dilaksanakan dapat menjadi langkah awal menjadikan Perpustakaan Darul Ilmi sebagai pusat literasi desa yang aktif, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Jruek Balee.
Kredit Liputan & Foto : Fyrna Rahmadani
