Empat pelajar asal Aceh kembali mengharumkan nama daerah setelah berhasil meraih beasiswa pendidikan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Mereka akan melanjutkan studi di Sichuan Vocational College of Chemical Technology, Provinsi Sichuan, salah satu institusi pendidikan vokasi yang memiliki kerja sama dengan sektor industri modern di China.
Keempat pelajar tersebut adalah Enver Maula Aufasyah Putra dari SMAN 3 Banda Aceh, Maxalmina Mughayatsyah dari MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Muhammad Izyan Azhar dan Muhammad Badawi Fadillah dari SMKN 2 Banda Aceh.
Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar. Suasana haru dan bangga mewarnai prosesi pelepasan yang turut dihadiri keluarga masing-masing siswa.
Sebelum berangkat ke Tiongkok, para penerima beasiswa akan mengikuti program pelatihan intensif bahasa Mandarin selama tiga bulan di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah. Program tersebut menjadi bagian dari persiapan akademik sekaligus adaptasi budaya sebelum memasuki dunia perkuliahan di Negeri Tirai Bambu.
Marthunis menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para pelajar tersebut menembus program beasiswa internasional. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa generasi muda Aceh memiliki kualitas dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat global.
“Kesempatan belajar di luar negeri merupakan peluang yang sangat berharga. Gunakan waktu ini untuk meningkatkan kompetensi, membangun karakter, dan memperluas wawasan. Kami berharap kalian dapat kembali membawa ilmu, pengalaman, dan semangat baru untuk kemajuan Aceh,” ujar Marthunis.
Marthunis menegaskan bahwa pendidikan internasional bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga kesempatan membangun jaringan global, memahami budaya baru, serta mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan di era persaingan dunia saat ini.
Menurutnya, keberhasilan empat pelajar tersebut harus menjadi inspirasi bagi siswa-siswi Aceh lainnya untuk terus berprestasi, meningkatkan kemampuan bahasa asing, dan berani bersaing dalam berbagai program pendidikan internasional.
Keempat pelajar itu dijadwalkan berangkat ke Provinsi Sichuan pada September 2026 setelah menyelesaikan pelatihan bahasa Mandarin di Morowali. Mereka akan memulai perjalanan akademik yang diharapkan menjadi bekal penting untuk berkontribusi bagi pembangunan Aceh di masa depan.
Keberhasilan Enver, Maxal, Izyan, dan Badawi menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan kelas dunia. Dengan kerja keras, prestasi, dan dukungan berbagai pihak, putra-putri Aceh mampu menembus perguruan tinggi internasional dan membawa nama daerah ke panggung global.
