Bank Aceh Syariah kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan prinsip keuangan syariah dan tanggung jawab sosial dengan menyalurkan zakat karyawan tahun 2026 M / 1447 H melalui lembaga Baitul Mal Aceh. Penyerahan zakat tersebut berlangsung di Kantor Pusat Bank Aceh di Banda Aceh pada Kamis (12/3).
Total zakat yang dihimpun dari seluruh unit kerja Bank Aceh di berbagai wilayah mencapai Rp1.437.212.825. Dana ini kemudian disalurkan secara strategis melalui lembaga Baitul Mal agar dapat didistribusikan secara tepat sasaran kepada para mustahik atau penerima zakat.
Dari total dana tersebut, sebesar Rp450 juta disalurkan kepada Baitul Mal Provinsi Aceh, Rp200 juta kepada Baitul Mal Kota Banda Aceh, sementara sisanya Rp787.212.825 diserahkan kepada Baitul Mal Kabupaten/Kota di seluruh Aceh melalui kantor cabang Bank Aceh di masing-masing daerah.
Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyaluran zakat ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan wujud nyata ketaatan para karyawan dalam menjalankan salah satu rukun Islam.
“Alhamdulillah, hari ini kami kembali menunaikan amanah dari seluruh karyawan Bank Aceh. Kami berharap sinergi dengan Baitul Mal dapat menjadi katalisator dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat di Aceh maupun di luar Aceh,” ujar Fadhil.
Zakat tersebut berasal dari kontribusi karyawan di berbagai unit kerja Bank Aceh, mulai dari Kantor Pusat, kantor cabang di seluruh Aceh, hingga kantor cabang di luar daerah seperti Medan dan Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Bank Aceh terus berkembang secara nasional, nilai-nilai keislaman dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh tetap menjadi prioritas utama.
Melalui penyaluran zakat ini, Bank Aceh berharap hubungan kemitraan antara institusi perbankan dengan lembaga pengelola zakat resmi pemerintah semakin kuat. Ke depan, Bank Aceh juga berkomitmen menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga pada dampak sosial yang berkelanjutan.
Selain itu, Bank Aceh juga terus mendorong masyarakat dan nasabah untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui layanan digital. Salah satunya melalui fitur ZIS yang tersedia di aplikasi Action Mobile Banking.
Menurut Fadhil, melalui aplikasi tersebut masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor bank atau lembaga terkait untuk menyalurkan zakat.
“Nasabah cukup masuk ke menu layanan di aplikasi Action Mobile, memilih menu ZIS, kemudian memasukkan nominal zakat, infak, atau sedekah yang ingin disalurkan. Prosesnya cepat, aman, dan langsung terhubung dengan rekening Baitul Mal yang telah bekerja sama dengan kami,” jelasnya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Bank Aceh dalam mendigitalisasi ekosistem ekonomi syariah di Aceh sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban ibadah.
Sementara itu, Ketua Baitul Mal Aceh, Muhammad Yunus M. Yusuf, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan Bank Aceh yang telah mempercayakan penyaluran zakatnya melalui Baitul Mal.
Ucapan terima kasih serupa juga disampaikan Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, M. Yusuf Al Qardhawy. Ia menyatakan bahwa zakat yang disalurkan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang berhak menerima serta mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi di Kota Banda Aceh.
Melalui penyaluran zakat karyawan ini, Bank Aceh berharap dana yang terkumpul dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan serta menjadi bagian dari upaya menciptakan keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Aceh.


