Banda Aceh Siap Menjaga Stabilitas Harga Pangan dan Mendorong Digitalisasi Pembayaran

Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Forkopimda, serta mitra strategis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) menggelar High Level Meeting (HLM) di Auditorium Teuku Umar, Gedung Kantor BI Aceh.

Pertemuan yang dipimpin oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, tersebut menetapkan langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mempercepat digitalisasi pembayaran, khususnya selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam forum tersebut, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi untuk mengendalikan inflasi melalui pendekatan komprehensif yang berfokus pada keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Upaya menjaga keterjangkauan harga dilakukan melalui optimalisasi operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, disertai pengawasan harga dan stok menjelang Idul Fitri serta evaluasi harga acuan secara berkala. Dari sisi ketersediaan pasokan, penguatan kerja sama antar daerah dan monitoring distribusi terus dilakukan, termasuk mendorong peningkatan produksi pangan melalui urban farming seperti penanaman cabai di pekarangan rumah.

Kelancaran distribusi pangan juga difasilitasi secara terukur dan tepat sasaran melalui kolaborasi pemerintah daerah dan pelaku usaha. Sementara itu, komunikasi publik diperkuat melalui literasi belanja bijak, kampanye konsumsi pangan beku dan olahan lewat program Dapur Cerdas Inflasi, serta pemanfaatan dashboard Early Warning System inflasi sebagai dasar perumusan kebijakan yang kredibel.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi pasar dan fasilitasi distribusi pangan terbukti efektif menahan laju inflasi. Agus juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola belanja bijak dengan membeli sesuai kebutuhan, tidak menimbun bahan pangan, mengutamakan produk lokal serta ikan dan daging beku yang harganya relatif stabil, menghindari pemborosan pangan, serta memanfaatkan transaksi digital menggunakan QRIS yang dinilai lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Dari sisi digitalisasi, TP2DD Kota Banda Aceh terus mengoptimalkan pembayaran pajak dan retribusi daerah melalui kanal non-tunai seperti QRIS. Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan serta berbagai retribusi daerah secara digital diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sekaligus memberikan kemudahan dan efisiensi layanan kepada masyarakat. Wali Kota Illiza menegaskan bahwa pembayaran pajak dan retribusi melalui QRIS mendukung tata kelola pemerintahan yang cepat, transparan, dan akuntabel, serta mendorong Banda Aceh menjadi kota yang modern dan berdaya saing.

Dalam rangka mendukung kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai selama Ramadan dan Idul Fitri, Bank Indonesia Aceh juga menghadirkan layanan penukaran uang pecahan kecil melalui program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026. Program ini dilaksanakan dalam dua periode, yakni 23–26 Februari 2026 dan 2–13 Maret 2026 di sejumlah lokasi serta 15 loket perbankan di Aceh. Khusus pada 9–13 Maret 2026, layanan penukaran dipusatkan di Taman Seni dan Budaya Aceh.

Agus Chusaini menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan sistem pemesanan berbasis digital melalui situs PINTAR yang dikelola Bank Indonesia guna memastikan proses penukaran berjalan tertib, terjadwal, dan memberikan kepastian kuota bagi setiap pemesan. Bank Indonesia Aceh juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penukaran uang melalui jalur resmi agar terhindar dari risiko uang palsu maupun penipuan, serta memastikan tidak ada biaya tambahan dalam proses tersebut.

Melalui sinergi TPID dan TP2DD ini, Pemerintah Kota Banda Aceh dan Bank Indonesia Aceh mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H dengan menerapkan belanja bijak serta memanfaatkan pembayaran digital QRIS dalam transaksi sehari-hari.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads