196 Rohingya Kembali Terdampar di Pidie

Sebanyak 196 imigran etnis Rohingya kembali mendarat di pantai Lhok Kalee, Desa Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, Selasa (14/11/2023).

Para Imigran terdiri atas perempuan, pria dan anak-anak. Tujuh imigran melarikan diri ke perbukitan dan diduga mereka adalah pekong boat.

Sekretaris Panglimat Laot Pidie, Marfian mengatakan 7 dari 196 orang Rohingya tersebut melarikan diri hingga kini masih dilakukan pencarian, namun kabar terbaru 2 telah ditemukan.

Iya menjelaskan Pantai Lhok Kalee merupakan daerah perbatasan Pidie dan Aceh Besar yang sepi penduduk dan jarang disinggahin nelayan.

“Sebenarnya keberadaan mereka telah Kami ketahui beberapa minggu yang lalu dan kami terus melakukan patroli laut, ternyata mereka mendarat di pantai yang tidak banyak dihuni penduduk atau nelayan” ujar Marfian.

Meski menolak adanya pengungsi Rohingya di wilayah Pidie namun Panglima Laot tetap menyikapi keberadaan dan menolong karena azas kemanusiaan.

“Karena pengalaman lama, masyarakat agak menolak keberadaan mereka di wilayah kita dan tapi karena menyangkut kemanusiaan dan mereka telah ada di wilayah kita, sebagai lembaga (panglima laot) ikut membantu aparat dan pemerintah setempat” jelas Marfian.

Disamping itu pihak UNHCR untuk Indonesia, Faisal Rahman mengatakan untuk sementara mereka telah dipindahkan ke penampungan pengungsi di Mina Raya, Padang Tiji sesuai arahan pemerintah setempat.

Menanggapi adanya imigran yang kabur, UNHCR sebagai lembaga pendampingan pengungsi hanya mengingatkan kepada pengungsi agar selalu waspada.

“Dari UNHCR kita hanya selalu mengingatkan ada risiko yang akan mereka ambil ketika melanjutkan perjalanan dengan jalur-jalur yang tidak ketahui dan bersama dengan orang-orang yang tidak dikenal” ucapnya.

Ditanya tentang nasib pengungsi yang telah mendarat sebelumnya dan negara yang akan menampung mereka, Ia menjelaskan “Pemindahan ke negara lain prosesnya lama dan tidak serta merta bisa, karena posisi itu hak negara tersebut, berapa orang yang mau diterima dengan persyaratan dan kualifikasi apa yang dimiliki orang tersebut (pengungsi).”

Pendaratan pengungsi Rohingya di Pidie bukan yang pertama kali, sebelumnya pada tahun 2022 Rohingya juga pernah terdampar di tepi pantai Ujong Pie, Kecamatan Muara Tiga, Pidie.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads