MPD Aceh Besar Gelar Rembuk Pendidikan di Pulo Aceh

Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Besar menyerap aspirasi dari tokoh masyarakat, komite sekolah dan unsur pendidikan di Pulo Aceh sebagai salah satu upaya untuk memperkuat standar mutu pendidikan kabupaten Aceh Besar, khususnya di Pulo Aceh.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui rembuk pendidikan yang dipusatkan di SMPN 1 Pulo Aceh, Senin (13/03/2023). Rembuk pendidikan dilaksanakan untuk memperoleh berbagai masukan dari semua pemangku kepentingan. 

Sebagai informasi saat ini, di Pulo Aceh, khususnya Pulo Nasi terdapat tiga Sekolah Dasar Negeri, Satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri, satu SMP dan satu SMA.

Ketua MPD Aceh Besar Prof. Mustanir Yahya, M.sc, mengakui adanya tantangan besar untuk memajukan pendidikan di Pulo Aceh, mulai dari isu kekurangan guru, hingga persoalan sarana dan prasarana yang kurang memadai.

“Namun isu-isu tersebut bukan segala-galanya, karena ada yang lebih penting dari itu adalah kemauan dan kesungguhan dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Mustanir menambahkan kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kondisi pendidikan di daerah itu. Oleh karenanya Ia mengajak peserta rembuk untuk sepakat akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak, tidak hanya sampai pada tingkatan SD, SMP dan SMA saja, melainkan hingga jenjang perguruan tinggi.

“Semua kita sepakat bahwa majunya sebuah bangsa adalah melalui pendidikan. Kita bicara ekonomi, teknologi, keluarga dan lain sebagainya, semua harus didukung oleh pendidikan,” lanjutnya.

Salah seorang peserta Rembuk, Tanthawi dari unsur MIN Pulo Aceh menyampaikan bahwa salah satu tantangan di daerahnya adalah sarana dan prasarana yang kurang memadai, ditambah dengan kekurangan guru.

Sementara itu peserta lainnya Fajri berharap adanya kemudahan-kemudahan bagi anak Pulo Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Banda Aceh.

Ditempat yang sama, peserta lainnya, Raden berharap kepada pemerintah daerah agar kepada guru yang ditugaskan ke Pulo Aceh diberikan tunjangan khusus, mengingat beratnya tantangan mengajar di Pulo Aceh. Raden juga berharap kepada pemerintah daerah agar membuka peluang sebesar-besarnya untuk putra-putri daerah menjadi guru di daerahnya sendiri, mengingat selama ini sebagian besar guru di Pulo Aceh berasal dari daratan Banda Aceh dan Aceh Besar.