Korban Fitnah Penculikan Anak di Bireuen Minta Perlindungan Hukum

Warga Banda Aceh atas nama Haykal, menjadi korban fitnah sebagai pelaku penculikan anak di kawasan Bireuen.

Fitnah ini dilakukan oleh beberapa akun FB yang menyebutnya sebagai orang yang berbahaya dan harus diwaspadai.

Beberapa akun bahkan mengirimkan photo-photo Haykal di statusnya.

“Hingga kini status fitnah di FB itu sudah sempat dibagikan sebanyak lebih dari 2000 kali dan sangat merugikan nama baik saya” kata Haykal didampingi kuasa hukumnya, advokat Nourman.

“Klien kami saat ini masih shock dan ketakutan atas informasi bohong itu sehingga khawatir akan keselamatan diri dan keluarganya,” kata Nourman kepada media ini, Sabtu (12/02/2022).

Haykal datang bersama istrinya Jumat pukul 21 wib ke kantor hukum Nourman dan meminta pendampingan hukum untuk kasus yang sangat menggangunya ini.

Kedatangan Haykal meminta agar pelaku penyebaran fitnah dan pencemaran nama baik ini untuk diproses secara hukum. Karena Isue penculikan anak berdampak serius dan menimbulkan ketakutan semua orang.

Sebelumnya diceritakannya bahwa pada tanggal 8 Februari 2022 Haykal saat baru tiba di Banda Aceh dihubungi melalui chat WhatsApp oleh keluarganya dan masyarakat bahwa photonya beredar luas di sosial media dengan keterangan sebagai penculik anak dan membahayakan masyarakat.
Kontan saja Haykal kaget dan berakibat dirinya jatuh sakit.

Beberapa koleganya di Banda Aceh bahkan memanggilnya untuk mencari kebenaran informasi ini. Tentu saja Haykal menolak keras dan merasa fitnah ini sangat membahayakan dirinya.

Kemudian Nourman bermaksud akan melaporkan beberapa akun FB ini ke kepolisian untuk dapat diproses secara hukum.

“Insyaallah kami mempertimbangkan untuk membuat laporan polisi secepatnya,”Kata Nourman lagi.