Realisasi Vaksinasi Aceh Baru 32 Persen

Petugas kesehatan saat melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di Gedung Banda Aceh Convention Hall (BACH), Jumat (20/8/2021).

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani menyebutkan cakupan vaksinasi Covid-19 di Aceh hingga Minggu (07/11/2021) menembus angka1,3 juta orang. 

Menurut Saifullah, vaksin dosis I sudah diterima sebanyak 1.310.918 orang, atau sekitar 32,5 persen dari target vaksinasi Aceh yang mencapai 4.028.891 orang. Sementara vaksinasi dosis II sudah dituntaskan oleh sebanyak 711.534 orang atau sekitar 17,7 persen. 

Saifullah menjelaskan, kelompok sasaran vaksinasi di Aceh meliputi tenaga kesehatan (Nakes), para lanjut Usia (Lansia) umur 60 tahun ke atas, petugas pelayanan publik, masyarakat rentan dan umum, serta kelompok remaja usia 12 – 17 tahun. Progres vaksinasi masing-masing kelompok sasaran ini berbeda.

Cakupan tertinggi kata dia berada pada kelompok tenaga kesehatan. Sasaran awal vaksinasi Covid-19 Nakes di Aceh sebanyak 56.470 orang, tapi yang melakukan vaksinasi dosis I sudah mencapai 64.047 orang, atau sekitar 113,4 persen. Kemudian 56.805 orang di antaranya sudah menuntaskan vaksinasi dosis II atau sekitar 100,6 persen. 

Menurutnya, Nakes merupakan kelompok risiko tinggi terpapar dan tertular virus corona dikarenakan berada  di garda depan yang berhadapan langsung dengan sumber penularan, seperti kasus suspek, probable, maupun kasus konfirmasi Covid-19. Karena itu perlu perlindungan dengan dosis III, booster. Nakes yang sudah vaksinasi dosis III itu  27.240 orang, atau  48,2 persen. 

Cakupan tertinggi selanjutnya setelah Nakes yakni petugas pelayanan publik yang memberi pelayanan secara langsung kepada masyarakat. Total sasaran vaksinasi Covid-19 petugas publik di Aceh sebanyak 478.489 orang. Vaksinasi dosis I sudah dilakukan oleh 311.583 orang, atau sekitar 65,1 persen, dan dosis II sebanyak 218.503 orang atau 45,7 persen. 

Kemudian disusul cakupan vaksinasi bagi masyarakat rentan atau masyarakat umum. Masyarakat rentan dan masyarakat umum yang telah melakukan vaksinasi dosi I sebanyak 735.721 orang, atau sekitar 28,5 persen dari sasaran 2.277.792 orang di Aceh. Sementara yang sudah menuntaskan dengan dosis II sebanyak 338.903 orang atau 13,1 persen. 

Selanjutnya kelompok remaja. Total sasaran vaksinasi kelompok usia 12 – 17 tahun itu sebanyak 577.015 orang. Vaksinasi dosis I sudah diterima oleh 157.316 orang atau sekitar 27,3 persen. Sedangkan remaja yang sudah tuntas melakukan vaksinasi dosis II sebanyak 78.068 orang atau 13,5 orang. 

Terakhir, kelompok Lansia. Sasaran vaksinasi Covid-19 usia 60 tahun ke atas itu sebanyak 339.125 orang. Vaksinasi dosis I sudah diterima oleh sebanyak 42.251 Lansia atau 12,5 persen. Sedangkan dosis II sudah tuntas diberikan kepada 19.255 orang atau sekitar 5,7 persen. 

“Lansia merupakan kelompok sangat rentan tertular virus corona dan memiliki risiko tinggi meninggal dunia apabila terkenan Covid-19, karena itu sangat kita harapkan dukungan penuh sanak keluarga Lansia itu untuk membawanya ke pusat vaksinasi terdekat,” ujar Saifullah. 

Lebih lanjut ia memaparkan progres vaksinasi Covid-19 yang saat ini dicapai Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Capaian vaksinasi Covid-19 tertinggi masih dipegang Kota Banda Aceh. Vaksinasi dosis I di kalangan masyarakat Banda Aceh sudah mencapai 83,9 persen, dan dosis II sekitar 58,7 persen. 

Sedangkan cakupan vaksinasi paling rendah masih di kalangan penduduk Aceh Utara. Di kabupaten padat penduduk tersebut vaksinasi dosis pertama baru sekitar 19,1 persen dan cakupan dosis II baru sekitar 8,5 persen.  

Sementara itu Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah meminta para kepala desa untuk mendata warga guna memudahkan vaksinasi Covid-19. 

Pendataan dimaksudkan untuk mengidentifikasi warga yang sudah divaksin dan yang belum menjalani vaksinasi, termasuk untuk mengetahui warga yang memang tidak boleh divaksin berdasarkan keterangan dokter.

Para kepala desa diminta mendata warga yang berusia di atas 12 tahun dan mengidentifikasi status vaksinasi mereka.

 “Identifikasi status vaksinasi dengan dibuktikan sertifikat vaksin. Dan bagi yang belum divaksin agar diberikan pemahaman agar bisa segera divaksin,” ujar Taqwallah.

Memastikan seluruh masyarakat menjalani vaksinasi, kata Taqwallah, merupakan kewajiban bersama seluruh unsur pemerintahan, baik di tingkat provinsi, kabupaten kota hingga kecamatan dan desa. Iqbal