UIN Gelar Konferensi Internasional Bahas Peradaban Keislaman di Era Revolusi 4.0

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh melalui Program Pascasarjana menggelar konferensi tahunan berskala internasional dalam bentuk konferensi bernama International Conference on Islamic Civilization (ICONIC) tahun 2021.

Konferensi ICONIC yang kedua ini membahas tentang kemajuan peradaban keislaman di era revolusi 4.0 yang berlangsung selama 2 (dua) hari, 20-21 Oktober 2021 yang diselenggarakan hybrid dengan tatap muka terbatas di Aula Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh dan dilaksanakan secara virtual yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang diwakili oleh Direktur Diktis Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof Dr Suyitno MAg.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Gunawan Adnan, MA Ph.D dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan konferensi ini bertujuan untuk menyatukan para akademisi terkemuka, kelompok ilmuwan, para peneliti dan praktisi multi disiplin ilmu seluruh dunia untuk membahas dan menggali tentang kemajuan peradaban keislaman didunia dari berbagai sudut pandang.

“Konferensi ini membuktikan kepada kita, kepada masyarakat, bangsa, dan dunia internasional bahwa UIN Ar Raniry juga turut ambil bagian dalam penelitian akademik, dialog akademik dan pembangunan global. Konferensi internasional ini disusun sebagai Platform bagi para sarjana, peneliti, dan mahasiswa penelitian kami untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka,”kata Gunawan.

Selain itu, melalui konferensi internasional ini juga diharapkan menjadi jalan menuju penelitian kolaboratif baru, kolaborasi baru dalam publikasi antara peneliti dan universitas baik di dalam maupun di luar negeri.

“Kita semua tahu bahwa penelitian adalah kegiatan inti yang tidak pernah berhenti, yang selalu terus berkembang untuk memberikan manfaat sosial, kebajikan sosial, dan kebijaksanaan bagi umat manusia,”katanya.

Sebelumnya, ketua pelaksana ICONIC Dr Abdul Mujahid Hamdan MSc menjelaskan bahwa dalam konferensi tahunan ini Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengundang beberapa pakar dari berbagai perguruan tinggi di antaranya dari Belanda, Singapura, Inggris, Maroko, India, Myanmar serta dari Indonesia.

“Outcome dari Conference ini disamping terjadinya dialog dalam kemajuan peradaban keislaman di era revolusi 4.0 serta berbagai aspek lainnya, juga akan terjadi sharing keilmuan dan penemuan-penemuan baru dari hasil penelitian,”kata Abdul Mujahid dalam laporannya, Rabu (20/10).

Lebih lanjut, kata Mujahid dalam konferensi internasional kali ini membahas topik mengenai fiqih kontemporer, sufisme, teologi, dan filosofi islam, hukum, demokrasi dan hak asasi manusia, gender dan hukum keluarga, interpretasi Quran dan Hadist, bank dan istem keuangan islam, industri halal, integrasi sains dan teknologi dalam pengetahuan islam, studi mengenai Timur Tengah, pengetahuan sejarah islam dan studi lingkungan serta media dan komunikasi.

Pada konferensi ini turut menghadirkan sejumlah narasumber masing-masing, Prof Dr Warul Walidin, Prof Eka Srimulyani, Prof Yusny Saby, Prof Dr Zulfikar dan Dr Muhibbuthabry dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan sejumlah peneliti luar negeri diantaranya Prof Oliver Scharbrodt, Prof Jorgen Nielson, Prof James Piscatori, Dr Soud Khorim, Dr Hsu Thiri Zaw, dan Prof Dr Muqtedar Khan.