Aceh Risiko Rendah Covid-19, Kecuali Aceh Timur Zona Oranye

Saiful Abdulgani

Peta Zonasi Risiko Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terkoreksi lagi. Aceh menjadi zona risiko rendah peningkatan kasus Covid-19, kecuali Aceh Timur zona oranye. Sementara itu, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 141 orang, kasus baru 35 orang, dan data meninggal dunia bertambah 10 orang di Aceh. 

“Kita sebut Aceh risiko rendah, karena 22 kabupaten/kota sudah zona kuning, tinggal Aceh Timur yang zona risiko sedang peningkatan kasus Covid-19 di Aceh,” tutur Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Rabu (6/10/2021).

Juru bicara yang akrab disapa SAG itu menjelaskan, berdasarkan analisis data periode 27 September – 3 Oktober 2021 oleh Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Aceh Tenggara dan Subulussalam yang sebelumnya zona oranye kini terkoreksi menjadi zona kuning. Sebaliknya, Aceh Timur yang sebelumnya kuning kini menjadi oranye.

Perubahan peta zonasi risiko tersebut tidak terlepas dari dinamika penanganan Pandemi Covid-19 di suatu daerah. Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Nasional melakukan analisis terhadap indikator epidemiologi, surveilance kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan, dalam sepekan terakhir, jelas SAG.

Menurut SAG, dinamika penanganan Pandemi Covid-19 dalam pekan ini akan menentukan zona peta zonasi risiko Covid-19 yang diumumkan lagi minggu depan. Karena itu, lanjutnya, Satgas Penanganan Covid-19 Aceh dan kabupaten/kota kian sinergis melakukan kampanye Protokol Kesehatan dan gerakan vaksinasi Covid-19, hingga ke sekolah-sekolah di Aceh. 

“Kita berharap Aceh Timur kembali menjadi zona kuning dan 22 kabupaten/kota zona kuning ada yang “naik kelas” menjadi zona hijau. Zona hijau merupakan zona yang dianggap aman dari transmisi dan penularan virus corona,” ujar SAG.

Kasus kumulatif

Selanjutnya ia melaporkan kasus kumulatif Covid-19 di Aceh sudah mencapai 37.950 orang, hingga 6 Oktober 2021. Pasien Covid-19 yang sedang dirawat tinggal 1.255 orang. Para penyintas Covid-19, (yang sudah sembuh) 34.713 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara kumulatif sudah sebanyak 1.982 orang.

Data kasus kumulatif tersebut termasuk kasus positif baru harian yang bertambah  hari ini sebanyak 35 orang. Pasien yang sembuh bertambah 141 orang, dan data penderita Covid-19 yang meninggal dunia bertambah sebanyak 10 orang, tuturnya.

Kasus baru sebanyak 35 orang tersebut, meliputi warga Aceh Besar 10 orang, dan Banda Aceh enam orang. Kemudian Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Singkil, sama-sama dua orang. Selanjutnya Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Jaya, Sabang, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, masing-masing satu orang.

Sementara itu, 141 pasien yang sembuh meliputi warga Aceh Tamiang 31 orang, Aceh Barat 26 orang, Aceh Timur 18 orang, Aceh Utara 13 orang, dan Subulussalam 12 orang. Kemudian warga Banda Aceh dan Bireuen sama-sama sembilan orang, Pidie delapan orang, warga Gayo Lues dan Aceh Besar, sama-sama tujuh orang. Satu lagi warga Aceh Jaya.

Sedangkan data meninggal dunia yang bertambah 10 orang meliputi warga Aceh Tamiang, Pidie, dan Banda Aceh, sama-sama dua orang. Kemudian warga Bireuen, Aceh Besar, Aceh Jaya, dan warga Aceh Barat, masing-masing satu orang.

“Tidak ada yang meninggal dunia dalam waktu 24 jam terakhir, melainkan hasil validasi data meninggal dunia kemarin dan beberapa waktu lalu,” jelas SAG.