Dewan Minta Pemerintah Waspadai Peningkatan Covid-19 di Banda Aceh

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengingatkan pemerintah agar mewaspadai peningkatan anggka yang terpapar covid-19 di Kota Banda Aceh.

Farid Nyak Umar merasa prihatin kenaikan angka penyebaran atau kasus positif covid-19 di Banda Aceh, makin meningkat. Berdasarkan data dari dinas kesehatan Kota Banda Aceh, kata dia pada hari Sabtu 14 agustus 2021, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 102 orang dan dua meninggal dunia.

”Sementara berdasarkan data dari Pemerintah Aceh (https://covid19.acehprov.go.id), pada hari minggu 15 agustus 2021, kasus positif covid-19 di Aceh bertambah 310 orang dan 10 meninggal,” kata Farid Nyak Umar saat menyampaikan sambutanya dalam rapat paripurna dewan.

Farid menjelaskan sejak covid-19 di Banda Aceh pada maret 2020, belum pernah tembus 100 orang perhari oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Walikota Banda Aceh untuk segera mengambil langkah-langkah antisipasi, agar angka covid-19 bisa menurun. ”Oleh karena itu kami meminta kepada pemerintah mewaspadai kenaikan ini,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, peningkatan kasus baru tidak hanya terjadi pada kelompok orang dewasa, tetapi infeksi covid-19 itu juga terus menyasar kelompok anak yang turut menunjukkan peningkatan.

”Dalam minggu ini, ada empat orang anak meninggal dunia karena covid-19. bahkan dua hari belakang anak-anak yang meninggal dunia bukan anak-anak yang memiliki penyakit penyerta, tapi adalah anak-anak yang sehat,” ujarnya.

Farid juga menyarankan agar Pemko Banda Aceh juga perlu membuka layanan kontak pelacakan ( tracking ) berbasis tes swab PCR untuk mendapati kasus-kasus baru, tidak hanya bagi mereka yang bergejala, tetapi juga mereka yang tidak bergejala.

Perkembangan Kasus Covid-19 di Aceh

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, menyebutkan kasus konfirmasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terus bertambah di Aceh. Kasus baru dilaporkan 390 orang, pasien yang sembuh bertambah 218 orang, dan 12 orang meninggal dunia.

Saifullah mengatakan secara akumulatif kasus Covid-19 di Aceh hingga tanggal 17 Agustus 2021 berjumlah 28.164 orang. Pasien yang sedang dirawat sebanyak 5.617 orang. Pasien yang sembuh (penyintas Covid-19) telah mencapai 21.345 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 1.202 orang.

Kasus kumulatif tersebut sudah termasuk kasus konfirmasi baru harian yang bertambah lagi pada 17 Agustus sebanyak 390 orang.

Adapun kasus Positif Covid-19 pada 17 Agustus sebanyak 390, meliputi warga Banda Aceh 102 orang, Aceh Besar 54 orang, Pidie 51 orang, Aceh Tamiang 39 orang, Lhokseumawe 28 orang, Aceh Singkil 18 orang, Langsa 15 orang, Bireuen 13 orang, Aceh Utara sebanyak 11 orang. Kemudian Aceh Barat sembilan orang, Simeulue dan Aceh Selatan sama-sama tujuh orang. Selanjutnya Aceh Jaya enam orang, Pidie Jaya, Sabang, dan Subulussalam, masing-masing lima orang, Aceh Timur empat orang dan Gayo Lues tiga orang. Aceh Tengah, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya, sama-sama dua orang. Aceh Tenggara dan Bener Meriah masing-masing satu orang.

Sementara itu, pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 218 orang, meliputi warga Aceh Besar 76 orang, Lhokseumawe 44 orang, Aceh Jaya 30 orang, Banda Aceh 22 orang, Pidie Jaya 16 orang, dan warga Aceh Utara 13 orang. Kemudian warga Bireuen sembilan orang, dan warga Aceh Selatan sebanyak delapan orang.

“Penderita Covid-19 yang meninggal dunia bertambah 12 orang lagi,” katanya.

Dua belas orang yang dilaporkan meninggal dunia tersebut, meliputi warga Aceh Besar sebanyak enam orang dan warga Aceh Selatan sebanyak dua orang. Kemudian masing-masing satu orang warga Langsa, Lhokseumawe, Banda Aceh, dan warga Aceh Singkil.