Antusias Masyarakat Bumi Serambi Mekkah Menuju Herd Immunity

Vaksinasi Pasien Rumah sakit Jiwa Aceh

Herd immunity adalah suatu keadaan dimana sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung pencapaian herd immunity melalui vaksinasi. Vaksinasi merupakan cara teraman untuk melatih herd immunity dalam suatu populasi.

Di Aceh, semangat untuk memutus mata rantai covid-19 dimulai dengan vaksinasi, dan gubernur Aceh Nova Iriansyah menjadi orang pertama yang menerima vaksin di Aceh pada 15 Januari 2021 lalu. Kemudian vaksinansi diikuti oleh tenaga Kesehatan, dan pegawai pelayanan publik lainnya.

Selanjutnya untuk mengejar target herd immunity tersebut pemerintah Aceh melaksanakan vaksinasi massal yang sudah berlangsung hingga selama dua tahap yang berakhir pada 13 Juli 2021 lalu, namun melihat tingginya antusias masyarakat, pemerintah Aceh memutuskan untuk memperpanjang tahapan vaksinansi massal hingga 31 Juli 2021 mendatang.

“Melihat antusiasme masyarakat kian tinggi, Bapak Gubernur melalui Bapak Sekda menugaskan tim vaksinator untuk terus melanjutkan pelayanan vaksinasi bagi masyarakat Aceh. Jadwal untuk sementara itu diperpanjang hingga tanggal 31 Juli 2021,” kata Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto.

Iswanto menyebutkan sebanyak 36.962 orang telah berpartsipasi dalam kegiatan vaksinasi massal tahap pertama dan tahap kedua yang digelar di Gedung Banda Aceh convention hall. Bahkan kata dia, target awalnya sebanyak 300 orang yang divaksin dalam setiap hari pelaksanaanya, namun yang hadir justru mencapai 3000 orang orang perharinya.

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat masih sangat tinggi.  Hari ini sebanyak 2.948 orang berhasil divaksin. Dengan penambahan tersebut, sampai hari ini sebanyak 36.962 orang telah divaksin,” kata Iswanto pada hari terakhir vaksinasi tahap dua 13 Juli lalu.

Selain itu Iswanto menyebutkan agar vaksinasi segera mencapai target, sebelumnya, Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga telah mengeluarkan instruksi yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) baik berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun tenaga kontrak serta tenaga kerja outsourcing (TKO) yang bekerja pada instansi Pemerintah Aceh, untuk mengikuti vaksinasi covid-19.

“Aturan itu tertuang dalam Instruksi Gubernur tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi seluruh PNS, Tenaga Kontrak dan Outsourcing, yang diteken Gubernur Aceh pada Senin 7 Juni 2021,” ujar Iswanto.

Ditempat terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani menyebutkan, Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) kian marak dilakukan di seluruh Aceh untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) dari ancaman virus corona.

“Bila herd immunity tercapai, penyebaran virus corona akan berhenti dan Pandemi Covid-19 pun akan berakhir,” tuturnya.

Saiful menjelaskan, Kementerian Kesehatan menerjemahkan herd immunity sebagai situasi sebahagian besar masyarakat kebal terhadap penyakit menular tertentu, sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi yang rentan terhadap penyakit tersebut.

Kemenkes memberikan ilustrasi, jika 80% populasi kebal terhadap suatu virus, empat dari setiap lima orang yang bertemu dengan seseorang yang terinfeksi tidak akan jatuh sakit dan tidak menyebarkan virus tersebut lebih jauh, dan penularan dapat dihentikan. Jumlah anggota populasi yang divaksinasi tergantung pada laju penularan penyakit tersebut.

Saat meninjau kegiatan vaksinasi di Banda Aceh, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, mengatakan, pelayanan vaksinasi di Gedung Banda Aceh Convention Hall tersebut akan selalu tersedia setiap harinya bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi. Kecuali pada hari Minggu dan hari libur lainnya baik karena hari besar Islam maupun agenda penting lainnya.

Ia berharap masyarakat yang ingin vaksin di gedung tersebut dapat datang secara berkala, sehingga tidak terjadi kerumunan yang tidak diinginkan.

“Pelayanan vaksinasi di gedung ini akan dibuka setiap hari, kecuali hari libur. Masyarakat bisa datang secara berkala,” kata dia.

Untuk memudahkan masyarakat agar tidak lama di proses pendaftaran, Iskandar menganjurkan masyarakat yang ingin vaksin di gedung BCH untuk mendaftar terlebih dahulu secara mandiri di aplikasi atau website
https://regvaksin.acehprov.go.id/. Kemudian hasil pendaftaran secara online diprint out dan diserahkan kepada petugas pendaftaran di gedung tersebut.

“Bila sudah lebih dulu mendaftar secara online, maka tidak memakan waktu yang lama lagi di meja pendaftaran. Peserta akan segera di arahkan ke meja penapisan dan penyuntikan,” kata Iskandar.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Isnaini Husda, mengajak warga kota untuk mengikuti program vaksinasi sebagai upaya membangun herd immunity atau kekebalan komunal mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Isnaini mengatakan, semua ikhtiar atau usaha untuk memutus rantai Covid-19 harus dijalani, seperti dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian termasuk ikut melakukan vaksinasi.

“Kita mengajak warga untuk ikut vaksinasi agar saling jaga diri, keluarga, dan lingkungan. Jika masyarakat sudah ikut vaksin 60% dari jumlah penduduk, kita berharap semua kegiatan bisa normal kembali,” kata Isnaini.

Selain itu, menurut Isnaini apabila masyarakat sudah melakukan vaksinasi maka dapat mengurangi risiko terpapar Covid-19. Kemudian vaksinasi ini juga berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh.

Sementara itu salah seorang masyarakat Banda Aceh yang dating langsung ke lokasi Vaksin, Muhammad mengaku sudah lama mendapat kabar tentang adanya pelaksanaan vaksinasi di gedung Banda Aceh Convention hall. Namun ia memutuskan untuk datang pada hari ini, Sabtu (17/07/2021) karena kebetulan ia sedang memiliki waktu kosong.

Ia mengaku senang, tepat pada hari ia melakukan vaksin tersebut antrian tidak terlalu ramai, sehingga tidak perlu khawatir terjadinya penularan virus corona dari klaster vaksinasi. Selain itu, prosesnya juga tidak memakan waktu yang lama.

“Semoga dengan vaksin ini bisa melindungi diri dan orang sekitar,” kata Muhammad, yang berprofesi sebagai guru itu.

Masyarakat lainnya, Mirza, yang menjadi salah satu peserta vaksinasi lainnya juga merasa bersyukur layanan vaksinasi sudah mulai dibuka untuk masyarakat umum dan digelar secara massal. Ia berharap capaian vaksinasi di Aceh dapat segera memenuhi target.

“Ayo semua vaksin, biar kita bisa hidup seperti dulu lagi dan biar bebas kemana aja,” kata Mirza.