Satgas Covid-19: Kasus Aktif Covid-19 di Aceh Capai 3.810 Orang

Jubir Covid, saifullah Abdulgani

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani menyebutkan hingga akhir Juni 2021 tercatat kasus aktif Covid-19 di Aceh mencapai 3.810 orang.

“kasus aktif adalah kasus positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan atau isolasi mandiri,” ujar Saifullah, Kamis (01/07/2021).  

Saifullah menjelaskan, sebahagian besar kasus aktif tersebut merupakan pasien tanpa gejala. atau “hanya” mengalami gejala ringan dan tidak membutuhkan perawatan rumah sakit rujukan Covid-19, akan teteapi mereka wajib melakukan isolasi mandiri di rumahnya sesuai protokol penanganan medis penderita Covid-19 tanpa gejala, di bawah pantauan tenaga Puskesmas terdekat.

Selain itu lanjutnya, apabila dalam masa isolasi mandiri selama 14 hari itu timbul gejala, atau gejalanya meningkat, hendaknya segera melaporkan melalui alat komunikasi kepada Keuchik selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Gampong, atau langsung menghubungi petugas kesehatan Puskesmas untuk mendapat penanganan kesehatan lebih lanjut.

“Semakin cepat ditangani gejala yang muncul atau gejala yang meningkat tersebut kian kecil risiko sakit parah yang dapat berakibat fatal. Selama isolasi mandiri sangat dianjurkan membangun komunikasi terus menerus dengan Posko Covid-19 Gampong untuk bantuan cepat,,” lanjutnya lagi,

Saifullah mengatakan Pak Keuchik dan Relawan Covid-19 Gampong tidak membiarkan pasien isolasi mandiri tanpa pemantauan dan pengawasan. Perhatian yang diberikan oleh tokoh dan masyarakat sekitar merupakan suplemen gizi sosial yang dapat meningkatkan imunitas dan percepatan pemulihan kesehatan penderita Covid-19.

Selain itu, pemantauan dan pengawasan itu juga sangat urgen agar penderita Covid-19 tersebut melakukan isolasi sesuai protokol dan tidak ada yang berkeliaran ke ruang publik. Sebab, pasien isolasi mandiri merupakan sumber penularan virus corona, karena itu perlu saling membantu dan menguatkan agar isolasi mandiri itu dapat dijalani secara disiplin.

“Budaya saling membantu antarwarga memiliki fungsi sangat strategis dalam masa Pandemi Covid-19 ini. Membantu mereka yang isolasi mandiri sekaligus melindungi diri kita dari ancaman virus corona—selain mendapat berkah ibadah dari Allah SWT,” ujarnya.

Saifullah menyebutkan kasus akumulatif Covid-19 di Aceh, per 30 Juni 2021, mencapai 19.241 orang. Para penyintas Covid-19, (penderita yang sembuh) sebanyak 14.624 orang. Pasien yang sedang dirawat 3.810 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 807 orang.

Data pandemi Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru harian yang dilaporkan bertambah hari ini sebanyak 98 orang, pasien yang sembuh 116 orang, dan penderita meninggal dunia bertambah 11 orang.

Penderita baru yang dilaporkan 98 orang itu, meliputi warga Banda Aceh 31 orang, Aceh Besar 24 orang, Aceh Tengah 12 orang, Aceh Timur sebanyak tujuh orang, Pidie lima orang, Langsa tiga orang, warga Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Jaya, Aceh Barat, sama-sama dua orang.

Kemudian warga Aceh Tamiang, Bener Meriah dan warga Aceh Singkil, masing-masing satu orang. Sedangkan sisanya, sebanyak lima orang merupakan warga dari luar daerah.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang sembuh bertambah 116 orang, meliputi warga Aceh Tengah 60 orang, Bireuen 24 orang, Aceh Barat Daya 15 orang, Aceh Jaya delapan orang, Pidie lima orang, warga Pidie Jaya dan Banda Aceh, sama-sama dua orang.

“Pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia bertambah lagi 11 orang,” katanya.

Para penderita Covid-19 yang meninggal tersebut, masing-masing warga Aceh Besar sebanyak lima orang, Aceh Tengah tiga orang, Bireuen dua orang, dan seorang lagi meninggal dunia warga Banda Aceh.