Vaksinasi Covid-19 Menuju Herd Immunity

Jubir Covid Aceh Saiful Abdul Gani

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani menyebutkan, Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) kian marak dilakukan di seluruh Aceh untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) dari ancaman virus corona.

“Bila herd immunity tercapai, penyebaran virus corona akan berhenti dan Pandemi Covid-19 pun akan berakhir,” tuturnya.

Saiful menjelaskan, Kementerian Kesehatan menerjemahkan herd immunity sebagai situasi sebahagian besar masyarakat kebal terhadap penyakit menular tertentu, sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi yang rentan terhadap penyakit tersebut.

Kemenkes memberikan ilustrasi, jika 80% populasi kebal terhadap suatu virus, empat dari setiap lima orang yang bertemu dengan seseorang yang terinfeksi tidak akan jatuh sakit dan tidak menyebarkan virus tersebut lebih jauh, dan penularan dapat dihentikan. Jumlah anggota populasi yang divaksinasi tergantung pada laju penularan penyakit tersebut.

Di Aceh, kata dia, vaksinasi dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi dan kabupaten/kota dengan partisipasi aktif jajaran TNI/Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Progres vaksinasi bagi tenaga kesehatan (Nakes), petugas publik, kelompok lanjut usia (Lansia), dan kelompok rentan lainnya terus meningkat.

Menurut data per tanggal 18 Juni 2021, Nakes yang telah mendapatkan vaksinasi dosis I sebanyak 49.909 orang, atau sekitar 88,4 persen dari sasaran 56.470 orang, dan yang telah vaksinasi dosis II sebanyak 43.801 orang atau 77,6 persen.

Kemudian, petugas pelayanan publik (petugas publik) yang telah vaksinasi dosis I sebanyak 216.684 orang, atau sekitar 45,3 persen dari sasaran sebanyak 478.489 orang, dan yang telah vaksinasi dosis II sebanyak 62.896 orang, atau 13,1 persen.

Sedangkan para Lansia yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis I sebanyak 7.373 orang, atau sekitar 1,7 persen dari target 435.651 orang, dan yang telah vaksinasi dosis II sebanyak 2.309 orang.

“Semua pihak harus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 supaya target herd immunity tercapai sesuai target Program Vaksinasi Nasional,” ujarnya.

Data akumulatif

Lebih lanjut ia melaporkan kasus akumulatif Covid-19 di Aceh, per 20 Juni 2021, yang telah mencapai 18.324 orang. Para penyintas yang sudah sembuh dari Covid-19 sebanyak 13.589 orang. Penderita yang sedang dirawat 4.013 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 722 orang.

Data pandemi Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru harian yang dilaporkan bertambah hari ini, yakni konfirmasi positif sebanyak 93 orang, pasien yang sembuh 20 orang, dan penderita meninggal dunia bertambah lagi tiga orang.

Penderita baru Covid-19 yang dilaporkan bertambah meliputi warga Banda Aceh 22 orang, Aceh Barat 17 orang, Aceh Besar 10 orang, Bireuen delapan orang, Aceh Selatan enam orang, Nagan Raya lima orang, Aceh Barat Daya empat orang, dan warga Pidie sebanyak tiga orang.

Kemudian warga Aceh Tamiang, Aceh Utara, Lhokseumawe, Gayo Lues, Sabang, dan warga Aceh Jaya, masing-masing dua orang. Selanjutnya warga Bener Meriah dan Pidie Jaya, sama-sama satu orang. Sedangkan empat lagi warga luar daerah.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang dilaporkan sembuh bertambah sebanyak 20 orang, yakni warga Aceh Selatan mencapai 19 orang, dan satu lagi merupakan warga Kota Sabang.

“Pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah lagi tiga orang, sehingga secara akumulatif sudah mencapai 722 orang,” katanya.

Para penderita Covid-19 yang dilaporkan meninggal tersebut, masing-masing warga Aceh Utara sebanyak dua orang, dan satu lagi warga Aceh Selatan.