Covid-19 Belum Reda di Aceh, 15 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Jubir Covid Aceh Saiful Abdul Gani

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh melaporkan kasus harian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Rabu (09/05/2021), mencapai 226 orang, sementara pasien sembuh 114 orang, dan 15 orang dilaporkan meninggal dunia. 

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media massa di Banda Aceh.

Saifullah menyebutkan, secara akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per  9 Juni 2021, telah mencapai 16.578 kasus/orang. Rinciannya, para penyintas, yang sudah sembuh dari Covid-19, sebanyak  12.610 orang. Penderita yang sedang dirawat 3.320 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 648 orang. 

“Data pandemi Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru sebanyak 226 orang dalam 24 jam terakhir,” lanjutnya.

Kasus Positif Covid-19 tersebut meliputi warga Banda Aceh 54 orang, Aceh Besar 44 orang, Bireuen 30 orang, Pidie 21 orang, Nagan Raya 11 orang, dan warga Lhokseumawe 10 orang. 

Kemudian warga Pidie Jaya delapan orang, warga Gayo Lues, Aceh Barat Daya, dan warga Aceh Selatan, sama-sama lima orang. Selanjutnya warga Aceh Tengah dan Aceh Barat masing-masing empat orang. 

Berikutnya warga Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Jaya, Aceh Timur sama-sama tiga orang. Lebih lanjut warga Aceh Tamiang dua orang serta Langsa, dan Simeulue, masing-masing satu orang. Sedangkan sembilan lainnya warga luar daerah. 

Sementara itu, pasien Covid-19 yang dilaporkan sembuh bertambah 114 orang, yakni warga Pidie sebanyak 86, Simeulue 10 orang, dan warga Aceh Tengah enam orang. Kemudian warga  Aceh Besar dan Pidie Jaya masing-masing lima orang. Terakhir, warga Sabang sebanyak dua orang. 

“Korban yang meninggal dunia bertambah lagi sebanyak 15 orang,” katanya. 

Kelima belas penderita Covid-19 yang dilaporkan meninggal itu meliputi warga Pidie sebanyak sembilan orang, Aceh Utara dan warga Banda Aceh sama-sama dua orang. Sementara dua lagi masing-masing satu warga Bener Meriah, dan satu warga Nagan Raya.