Ketua PKK Aceh: Satukan Tekad Cegah Covid-19

Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Dyah Erti Idawati, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyatukan tekad dengan tidak bersikap abai terhadap pandemi Covid-19, agar wabah ini segera berakhir.

Hal itu disampaikan Dyah dalam dialog Interaktif PKK Memanggil, yang mengusung tema “Kita Lawan Virus Corona” di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Senin (24/5/2021).

“Salah satu kekuatan untuk melawan dampak negatif dari pandemi Covid 19 adalah dengan tekad kuat bersama, yang dimulai dari Saya dan kita semua,” kata Dyah.

Menurutnya, sekecil apapun upaya pencegahan yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19, sudah menjadi sebuah tindakan konkret dalam menyelamatkan diri, keluarga dan semua orang yang dikasihi.

Salah satu pemateri yang juga Psikiater, Raden Ayu Reni Kusumowardhani, mengatakan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan juga berdampak negatif pada psikologis masyarakat, maupun pasien penderita Covid-19 itu sendiri.

Dampak yang ditimbulkan seperti kecemasan yang berlebihan terhadap paparan virus tersebut.

“Kecemasan yang berlebihan juga tidak baik, itu justru akan membuat imunitas tubuh menjadi lemah. Tapi kita juga tidak boleh terlalu cuek atau bahkan abai dengan pandemi yang akan membuat kita lengah terhadap pencegahan,” katanya.

Reni menyimpulkan, ada enam kiat-kiat dasar untuk mengatasi kecemasan terhadap Covid-19 berdasarkan pengalamannya dalam merawat pasien yang ia tangani yaitu; meningkatkan ibadah, bersyukur dan terus berikhtiar dengan menerapkan 5 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas).

Kemudian, gaya hidup sehat dengan makan sehat, tidur berkualitas, dan olahraga teratur, selalu berkomunikasi dengan orang tersayang, fokus pada pikiran positif, dan melakukan relaksasi mulai dari yoga, latih pernafasan dan meditasi, terakhir jika sudah mulai merasakan gejala awal hubungi pihak terkait.

Sementara itu, dr. Asiinar menyampaikan, virus Covid-19 ini bisa menyerang semua usia yang bahkan bisa menyebabkan kematian.

Virus yang berawal dari Wuhan Tiongkok itu menyebar atau menular melalui droplet atau cairan dari hidung maupun mulut yang keluar pada saat bersin ataupun batuk.

Jadi, untuk tindakan pencegahan agar terhindar dari penyakit tersebut, perlu dijalani hidup dengan adaptasi kebiasaan baru yaitu dengan menerapkan 5 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas) dan vaksinasi untuk mendukung kekebalan tubuh sebagai upaya pencegahan dari dalam tubuh.Meskipun setelah dilakukan vaksinasi, namun risiko terinfeksi Covid-19 juga masih menghantui.

Hanya saja risiko yang ditimbulkan akan lebih rendah di bandingkan dengan orang yang belum divaksinasi Covid-19. “90 persen mencegah Covid-19 bergejala dan 80 persen mencegah kematian,” pungkasnya.